JAKARTA — PT PLN (Persero) membangun sekitar 230 kilometer jaringan listrik di 210 lokasi di Jawa Barat sepanjang 2025 melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Infrastruktur tersebut terdiri atas jaringan tegangan menengah (JTM) dan jaringan tegangan rendah (JTR), serta dilengkapi pembangunan gardu distribusi.
Baca Juga
Oona Catat GWP Rp1,1 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tumbuh 49,7 Persen
Airlangga Beberkan Aturan Baru DHE SDA, Delapan Negara Dapat Relaksasi
MedcoEnergi Terbitkan Obligasi 300 Juta Dolar AS Berkupon Tinggi, Jatuh Tempo 2032
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik ke wilayah yang belum terjangkau.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sepanjang 2025, PLN membangun JTM sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms) dan JTR sepanjang 182,78 kms di 210 lokasi di Jawa Barat. PLN juga membangun gardu distribusi dengan total kapasitas 3.700 kilovolt-ampere (kVA).
Keseluruhan infrastruktur tersebut melayani 6.392 pelanggan. Salah satu pembangunan dilakukan di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Infrastruktur Lisdes di wilayah tersebut mencakup JTM sepanjang 0,549 kms, JTR sepanjang 0,91 kms, dan satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
Infrastruktur tersebut membuka akses listrik bagi 62 calon pelanggan rumah tangga.
Selain pembangunan jaringan, PLN juga mendukung penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program tersebut mencakup instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100 ribu.
Edwin mengatakan kesiapan sistem kelistrikan juga menjadi bagian dari perluasan akses listrik di Jawa Barat.
“Kami juga memastikan proses penyambungan listrik bagi penerima bantuan berjalan lancar, didukung pasokan yang aman dan cadangan daya yang memadai. Dengan begitu, perluasan jaringan melalui Lisdes dan penyambungan listrik melalui BPBL dapat berjalan dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal,” imbuh Edwin.