HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar menghadapi persoalan produktivitas gol menjelang duel kontra Borneo FC pada pekan kesembilan Super League 2026/2027.
Meski demikian, pelatih PSM Makassar Darije Kalezic tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut.
Baginya, hal terpenting adalah tim mampu meraih kemenangan, terlepas dari berapa banyak gol yang dicetak.
Sejauh ini, PSM Makassar baru mengoleksi sembilan gol dari delapan pertandingan yang telah dijalani.
Rata-rata, Juku Eja hanya mampu mencetak sekitar satu gol dalam setiap pertandingan.
Situasi semakin menjadi perhatian karena dalam tiga laga terakhir, para pemain PSM Makassar gagal menyarangkan bola ke gawang lawan.
Catatan tersebut menempatkan PSM di urutan ke-13 dari 17 klub Super League dalam urusan produktivitas gol.
Sementara itu, jumlah kebobolan mereka justru lebih banyak. PSM sudah kemasukan 13 gol atau mencatatkan selisih gol minus empat.
Catatan tersebut ikut memengaruhi posisi Juku Eja di klasemen sementara. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu masih tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi sembilan poin.
Darije Kalezic menilai selisih gol negatif tersebut masih bisa dimaklumi jika melihat posisi PSM di klasemen saat ini.
“Dengan posisi kita di klasemen sekarang, hal itu adalah normal. Kita mempunyai minus,” tuturnya dalam konferensi pers menjelang pertandingan PSM Makassar kontra Borneo FC, Jumat (6/11/2026).
Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut melihat adanya perkembangan positif di sektor pertahanan.
Pada empat pertandingan awal, PSM kebobolan hingga 11 gol. Gawang mereka masing-masing tiga kali dibobol Persib Bandung, Arema FC, dan PSS Sleman, serta dua kali oleh Persita Tangerang.
Namun, situasi berbeda terlihat dalam empat pertandingan terakhir.
Gawang Laskar Ayam Jantan dari Timur hanya kemasukan dua gol. PSIM Yogyakarta dan Madura United menjadi dua tim yang mampu menjebol gawang PSM dalam periode tersebut.
Bahkan, PSM berhasil mencatatkan dua clean sheet saat menghadapi Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Lampung FC.
“Menurut saya ini adalah perbaikan yang sangat bagus di tim saya,” kata Darije.
Di sisi lain, Darije menilai anak asuhnya sebenarnya masih mampu menciptakan banyak peluang dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, kemampuan membangun peluang merupakan hal penting dalam permainan. Situasi baru menjadi persoalan serius apabila tim kesulitan menciptakan kesempatan untuk mencetak gol.
Karena itu, ia meminta Dusan Lagator dan kawan-kawan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Setiap peluang yang tercipta harus dimaksimalkan agar berbuah gol, sehingga kerja keras tim dalam membangun serangan tidak terbuang sia-sia.
“Saya sampaikan bahwa setiap peluang yang kita ciptakan harus direalisasikan atau dikonversi menjadi gol,” tegasnya.
Pemain PSM Makassar, Stefan Jevtoski, juga menyoroti persoalan tersebut.
Ia berharap rekan-rekannya mampu memperbaiki penyelesaian akhir saat menghadapi Borneo FC.
Menurut Jevtoski, sekecil apa pun peluang yang didapatkan harus dimanfaatkan secara efektif.
“Di laga besok, saya berharap seminimal apa pun peluangnya, kita mencoba efektif dan mencetak gol dari peluang-peluang yang ada,” pungkasnya.





