Kudus (ANTARA) - Penyelenggara MilkLife Superliga Junior berencana memperluas partisipasi negara-negara Eropa, khususnya Denmark, pada penyelenggaraan turnamen bulu tangkis beregu kelompok usia tersebut tahun depan.
"Kita akan undang Eropa lebih banyak lagi, khususnya Denmark. Itu rencana kita," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat.
Pada edisi 2026, Polandia menjadi satu-satunya wakil Eropa yang berpartisipasi bersama Malaysia, Singapura, Filipina, China, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Menurut Yoppy, Polandia telah mengikuti turnamen tersebut selama dua tahun berturut-turut. Meski belum meraih hasil maksimal, para pemainnya menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan.
"Yang baru bisa diundang itu Polandia sama Jerman. Tapi Jerman belum siap. Sehingga Polandia yang sudah dua tahun berturut-turut ikut. Hasilnya memang belum maksimal, tapi mereka semangat sekali," ujar Yoppy.
Ia mengatakan tim Polandia bahkan tiba sekitar sepekan lebih awal untuk menjalani latihan bersama dan pertandingan uji coba dengan para pemain Indonesia.
Yoppy menambahkan penyelenggara sebenarnya juga mengundang kembali Thailand dan Jepang pada edisi tahun ini. Namun, kedua negara tersebut tidak dapat berpartisipasi karena jadwal turnamen berbenturan dengan kejuaraan di negara masing-masing.
"Thailand tahun lalu kita undang dan bagus. Bahkan mereka menjadi juara. Tahun ini pun kita undang yang sama, cuma kebetulan tanggal yang sama mereka ada kejuaraan sehingga tidak bisa meninggalkan Thailand," katanya.
Pembinaan atlet muda
Selain memperluas partisipasi internasional, Yoppy menilai Superliga Junior berperan penting dalam membentuk mental bertanding dan meningkatkan kemampuan atlet muda Indonesia.
Menurut dia, pengalaman mengikuti pertandingan beregu sejak usia dini dapat menjadi bekal bagi para pemain ketika tampil pada kompetisi tingkat senior.
Superliga Junior pertama kali diselenggarakan pada 2016 dan terus menjadi wadah pembinaan atlet melalui persaingan antarklub dari dalam dan luar negeri.
MilkLife Superliga Junior 2026 berlangsung pada 2–8 November di Kudus, Jawa Tengah, dengan melibatkan 707 pebulu tangkis muda dari delapan negara.
Turnamen tersebut mempertandingkan nomor beregu putra dan putri pada kelompok usia U13, U15, U17, dan U19, dengan total hadiah lebih dari Rp1,4 miliar.
Penyelenggara juga menerapkan sistem penghitungan skor 3 x 15 poin (rally point) dalam pertandingan tahun ini.
"Kita akan undang Eropa lebih banyak lagi, khususnya Denmark. Itu rencana kita," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat.
Pada edisi 2026, Polandia menjadi satu-satunya wakil Eropa yang berpartisipasi bersama Malaysia, Singapura, Filipina, China, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Menurut Yoppy, Polandia telah mengikuti turnamen tersebut selama dua tahun berturut-turut. Meski belum meraih hasil maksimal, para pemainnya menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan.
"Yang baru bisa diundang itu Polandia sama Jerman. Tapi Jerman belum siap. Sehingga Polandia yang sudah dua tahun berturut-turut ikut. Hasilnya memang belum maksimal, tapi mereka semangat sekali," ujar Yoppy.
Ia mengatakan tim Polandia bahkan tiba sekitar sepekan lebih awal untuk menjalani latihan bersama dan pertandingan uji coba dengan para pemain Indonesia.
Yoppy menambahkan penyelenggara sebenarnya juga mengundang kembali Thailand dan Jepang pada edisi tahun ini. Namun, kedua negara tersebut tidak dapat berpartisipasi karena jadwal turnamen berbenturan dengan kejuaraan di negara masing-masing.
"Thailand tahun lalu kita undang dan bagus. Bahkan mereka menjadi juara. Tahun ini pun kita undang yang sama, cuma kebetulan tanggal yang sama mereka ada kejuaraan sehingga tidak bisa meninggalkan Thailand," katanya.
Pembinaan atlet muda
Selain memperluas partisipasi internasional, Yoppy menilai Superliga Junior berperan penting dalam membentuk mental bertanding dan meningkatkan kemampuan atlet muda Indonesia.
Menurut dia, pengalaman mengikuti pertandingan beregu sejak usia dini dapat menjadi bekal bagi para pemain ketika tampil pada kompetisi tingkat senior.
Superliga Junior pertama kali diselenggarakan pada 2016 dan terus menjadi wadah pembinaan atlet melalui persaingan antarklub dari dalam dan luar negeri.
MilkLife Superliga Junior 2026 berlangsung pada 2–8 November di Kudus, Jawa Tengah, dengan melibatkan 707 pebulu tangkis muda dari delapan negara.
Turnamen tersebut mempertandingkan nomor beregu putra dan putri pada kelompok usia U13, U15, U17, dan U19, dengan total hadiah lebih dari Rp1,4 miliar.
Penyelenggara juga menerapkan sistem penghitungan skor 3 x 15 poin (rally point) dalam pertandingan tahun ini.





