Sejumlah Besar Penerbangan di Eropa Mendapat Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan untuk Mengawal

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah penerbangan di Eropa menghadapi ancaman bom berskala besar pada pekan ini. Pada Kamis (5/11/2026) saja, sebanyak 25 pesawat menerima ancaman. Beberapa pesawat penumpang terpaksa melakukan pengalihan pendaratan darurat. Bahkan, pada Kamis pagi, Italia mengerahkan jet tempur untuk terbang dan mengawal pesawat. Situasi ini telah menimbulkan gangguan serius terhadap kelancaran penerbangan.

EtIndonesia.com Saat pesawat sedang berada di tengah penerbangan ketika tiba-tiba menerima ancaman bom. Sepanjang pekan ini, Eropa berulang kali mengalami insiden serupa.

Menurut laporan media, dalam sehari pada Kamis, sedikitnya 25 penerbangan di Eropa menerima ancaman bom.

Penerbangan AY1761 milik Finnair, yang berangkat dari Finlandia menuju Roma, Italia, pada Kamis pagi, menerima ancaman bom. Setelah itu, Angkatan Udara Italia segera mengerahkan jet tempur Eurofighter Typhoon untuk mengudara dan mengawal pesawat penumpang tersebut hingga mendarat dengan selamat. Bandara setempat menghentikan operasional selama 30 menit untuk melakukan pemeriksaan terkait ancaman bom.

Penerbangan EI402 milik Aer Lingus menyatakan keadaan darurat saat masih berada di udara dan mendarat di Pangkalan Udara Évreux, di Prancis utara. Sebanyak 151 penumpang di dalam pesawat telah dievakuasi dengan selamat.

Sebuah pesawat Ryanair juga menerima ancaman bom beberapa hari sebelumnya, pada 3 November. Setelah mendarat di Spanyol, tim penjinak bom bersama anjing pelacak bahan peledak segera datang untuk melakukan pemeriksaan. Namun, tidak ditemukan bahan peledak apa pun.

Meskipun ancaman tersebut ternyata merupakan alarm palsu, maskapai penerbangan tetap harus menanggung biaya tambahan akibat keterlambatan penerbangan, perubahan jadwal perjalanan penumpang, serta penyediaan akomodasi bagi penumpang yang terlantar. Perjalanan para penumpang pun menjadi terganggu.

Penumpang pesawat Wizz Air, Elena Parra, mengatakan, “Mereka memeriksa setiap koper.”

“Mereka juga menggeledah tubuh kami semua. Setelah itu, kami harus menunggu di terminal keberangkatan sampai seluruh prosedur pemeriksaan keamanan selesai.”

Seorang penumpang lainnya mengatakan, “Saya tidak tahu harus berbuat apa. Apakah saya harus pergi atau kembali? Ke mana saya harus pergi? Dan apa yang harus saya lakukan?”

Di Bandara Roma, sejumlah penumpang mengatakan bahwa perjalanan tetap harus dilanjutkan.

Penumpang Lucia Parga mengatakan, “Ya, maksud saya, sekarang situasinya memang menjadi lebih rumit. Namun, apa lagi yang bisa kami lakukan? Kami tetap harus bepergian. Jadi, kami hanya bisa berusaha menghadapi situasi ini sebaik mungkin.”

Laporan gabungan Zhao Ziting, NTD.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unggahan Terbaru Jokowi Setelah Jadi Saksi Sidang Tudingan Ijazah Palsu
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Waspadai Musuh dalam Selimut Usai Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Terungkap
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Dolar AS Kembali Bangkit Setelah Tumbang 2 Hari Berturut-turut
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Partai Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensesneg Umumkan Seluruh PPPK Paruh Waktu Diangkat ASN Penuh, AP3KI: Takbir!
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.