Pantau - Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan jangka panjang terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Azerbaijan berdasarkan hukum internasional serta prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Apresiasi tersebut disampaikan Ramil dalam acara Peringatan Hari Kemenangan Azerbaijan Ke-6 dalam Perang Patriotik 44 Hari yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Menurut Ramil, dukungan Indonesia mencerminkan solidaritas, hubungan persahabatan yang kuat, serta sikap saling menghormati antara kedua negara.
“Kami sangat menghargai dukungan jangka panjang dan berprinsip dari Republik Indonesia dalam hal ini,” ujar Ramil Rzayev dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Azerbaijan terus berupaya membangun perdamaian berkelanjutan di kawasan Kaukasus Selatan setelah konflik panjang dengan Armenia.
Azerbaijan Kenang Perang Patriotik 44 Hari yang Menewaskan Ribuan TentaraPeringatan Hari Kemenangan Azerbaijan ke-6 menjadi momentum untuk mengenang Perang Patriotik 44 Hari yang berlangsung pada 27 September hingga 10 November 2020.
Perang antara Azerbaijan dan Armenia tersebut merupakan bagian dari konflik wilayah yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade.
Dalam pertempuran selama 44 hari, sebanyak 2.908 tentara Azerbaijan dilaporkan gugur, enam personel dinyatakan hilang, dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.
Konflik bersenjata tersebut berakhir setelah Azerbaijan, Armenia, dan Rusia menandatangani perjanjian gencatan senjata pada November 2020.
Sejak berakhirnya perang, kedua negara terus menjalani proses normalisasi hubungan untuk mengurangi ketegangan dan membangun stabilitas kawasan.
Salah satu perkembangan penting dalam proses tersebut adalah penandatanganan kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada 8 Agustus 2025.
Kesepakatan itu menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk memperkuat hubungan antara Azerbaijan dan Armenia setelah konflik berkepanjangan.
Azerbaijan Bangun Kembali Garabagh dan East Zangezur, Puluhan Ribu Warga PulangRamil Rzayev menjelaskan bahwa pemerintah Azerbaijan kini memprioritaskan rekonstruksi dan pembangunan kawasan Garabagh serta East Zangezur.
Kedua kawasan tersebut tengah dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan infrastruktur, pemulihan lingkungan, dan penguatan fasilitas pelayanan masyarakat.
Salah satu program utama pemerintah Azerbaijan adalah Great Return, yang bertujuan memfasilitasi kepulangan masyarakat terdampak konflik ke wilayah asal mereka.
Melalui program tersebut, berbagai kota dan desa dibangun kembali agar masyarakat dapat kembali dengan aman dan melanjutkan kehidupan mereka.
Menurut Ramil, pemerintah Azerbaijan telah membersihkan lebih dari 300.000 hektare lahan dari ranjau serta sisa amunisi perang.
Upaya pembersihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan kembali kawasan yang terdampak konflik.
Hingga kini, lebih dari 40.000 warga telah kembali ke 47 kawasan permukiman yang direkonstruksi.
Sementara itu, hampir 100.000 orang dilaporkan telah tinggal, menempuh pendidikan, maupun bekerja di wilayah-wilayah yang kembali damai tersebut.
Pemerintah Azerbaijan juga membangun berbagai fasilitas publik dan infrastruktur strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kehidupan masyarakat.
Pembangunan tersebut meliputi tiga bandara internasional, jaringan jalan raya modern, sekolah, fasilitas kesehatan, dan proyek energi terbarukan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah Azerbaijan turut menjalankan program pemulihan warisan sejarah dan budaya lokal serta rehabilitasi lingkungan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan yang sebelumnya terdampak peperangan.
Dubes Azerbaijan Tegaskan Perdamaian dengan Armenia Jadi PrioritasRamil menegaskan bahwa Azerbaijan berkomitmen mewujudkan perdamaian yang abadi dan menyeluruh di kawasan Kaukasus Selatan.
Menurutnya, hubungan antarnegara di kawasan tersebut harus dibangun berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan prinsip bertetangga yang baik.
Ia juga menekankan pentingnya stabilitas politik serta kerja sama ekonomi untuk mendukung pemulihan kawasan setelah konflik.
“Kami meyakini bahwa perdamaian yang berkelanjutan akan membuka berbagai peluang baru bagi konektivitas kawasan, pembangunan, dan kemakmuran bagi seluruh negara serta masyarakat di kawasan tersebut,” imbuhnya.
Ramil berharap proses normalisasi hubungan Azerbaijan dan Armenia dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Pemerintah Azerbaijan juga berupaya memperkuat konektivitas regional melalui pembangunan infrastruktur transportasi, pengembangan energi, serta kerja sama ekonomi lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Ramil kembali menyoroti pentingnya dukungan internasional, termasuk dari Indonesia, terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah.
Peringatan Hari Kemenangan Azerbaijan ke-6 di Jakarta sekaligus menjadi kesempatan untuk menegaskan hubungan persahabatan antara Azerbaijan dan Indonesia serta komitmen terhadap perdamaian berdasarkan hukum internasional.




