Beruntung Indonesia Sudah Swasmbada, Dunia kini Terancam Krisis Beras Akibat El Nino

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas nasional dengan target empat tahun, yang berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun, semakin menunjukkan arti strategisnya di tengah ancaman krisis pangan global.

Saat ini, dunia menghadapi tekanan produksi beras akibat fenomena El Nino yang mulai mendorong kenaikan harga dan mengancam pasokan pangan sejumlah negara.

Baca Juga :
25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Setop Sementara Izin PSAT
Bukan Cuma Beras dan Cabai, Ini Daftar Barang yang Bikin Pengeluaran Makin Mahal

Laporan Bloomberg berjudul "Asian Rice Price Climbs Near Two-Year High in Inflation Threat" mengungkapkan bahwa harga acuan beras Asia telah mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi pangan global karena El Nino mengganggu produksi di sejumlah negara produsen utama.

Berdasarkan data Asosiasi Eksportir Beras Thailand yang dikutip Bloomberg, harga beras putih Thailand dengan tingkat pecahan 5 persen mencapai US$499 per ton pada Rabu, tertinggi sejak Desember 2024.

Kenaikan ini menunjukkan tekanan yang semakin besar pada pasar beras internasional.

Di Chicago, kontrak berjangka beras kasar (rough rice futures) bahkan telah meningkat lebih dari 80 persen sejak awal 2026.

Kenaikan harga beras tersebut terjadi ketika harga komoditas biji-bijian utama lainnya, termasuk jagung dan gandum, justru mengalami penurunan.

Bloomberg menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut berkaitan erat dengan fenomena El Nino yang berlangsung saat ini.

Kondisi cuaca kering yang lebih ekstrem mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman pangan di sebagian besar wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Padahal, kedua kawasan tersebut menyumbang lebih dari separuh produksi beras dunia.

Tekanan ini semakin serius karena para petani di berbagai negara Asia sedang memasuki masa panen, sementara kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya menjadi kendala produksi.

India, yang merupakan eksportir beras terbesar dunia, termasuk negara yang menghadapi tantangan tersebut.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), sebagaimana dikutip Bloomberg, memperkirakan produksi beras global akan mengalami penurunan pada musim ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) juga memperkirakan produksi beras dunia akan menurun pada musim 2026-2027.

Baca Juga :
Perketat Pengawasan Beras SPHP, Amran Minta Mafia Pangan Dihukum Berat: Harus Diberantas!
Beras SPHP untuk Rakyat Malah Dijual Rp17 Ribu per Kg, Negara Sampai Rugi Miliaran!
Bikin Khawatir! 525 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan Gizi, Ini Merek-mereknya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara cetak KK Online di rumah, ini syarat dan langkahnya
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Zelenskyy Desak Sekutu Barat Beri Jaminan Keamanan Konkret bagi Ukraina
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
FIFA Beri Kabar Buruk! Ini 4 Kerugian Timnas Indonesia Absen di FMD November 2026
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Penjualan Anjlok, BMW PHK 1.800 Karyawan di China
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
KSPSI Copot Listyo Sigit dari Dewan Penasihat Usai Kasus Penyadapan Prabowo
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.