Jakarta: Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin menerima kunjungan Rais Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tatarstan, termasuk di sektor pertanian, industri perkapalan, hingga produksi helikopter.
Rustam Minnikhanov menyampaikan terdapat sejumlah prioritas kerja sama yang ingin dikembangkan bersama Indonesia. Prioritas tersebut mencakup hubungan ekonomi dan perdagangan, promosi produk halal Tatarstan di pasar Indonesia, serta pertukaran pendidikan.
Selain itu, Rustam juga membuka peluang kolaborasi di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Kami telah membahas beberapa isu kerja sama, dan ada banyak potensi yang saya yakin antara kedua negara kita dan khususnya Tatarstan," kata Rustam dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 7 November 2026.
Ia menjelaskan, kerja sama ekonomi dan perdagangan menjadi salah satu fokus utama. Tatarstan juga ingin memperkenalkan produk halalnya ke pasar Indonesia serta menjajaki pertukaran pendidikan melalui pengiriman mahasiswa.
Menanggapi peluang tersebut, Sultan mengatakan Indonesia memiliki potensi daerah yang dapat dihubungkan dengan kemampuan industri Tatarstan. Menurutnya, penjajakan kerja sama ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan potensi ekonomi kedua pihak.
Baca Juga :
Dubes UE Serahkan Surat Kepercayaan, Dorong Penguatan Kemitraan dengan Indonesia"Saya sampaikan sebagai negara berkembang menuju negara maju, tentu saya berkewajiban menghubungkan potensi daerah Indonesia sebagai Ketua DPD dengan peluang yang ada di negara mereka," ujar Sultan.
Sultan menyebut Tatarstan memiliki kemajuan di sejumlah sektor industri, mulai dari pertanian, industri berat, perkapalan, hingga helikopter dan alat berat lainnya. Ia menilai kesamaan pandangan Indonesia dan Rusia sebagai sahabat lama dapat menjadi modal untuk memperluas hubungan antarmasyarakat.
"Ini peluang yang sangat bagus karena sudut pandangnya sama bahwa Indonesia-Rusia adalah teman lama, sahabat lama," kata Sultan.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, Sultan bersama perwakilan dunia usaha Indonesia diundang menghadiri Kazan Expo pada Mei 2027. Agenda tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk menjajaki peluang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tatarstan.




