Warga Kwalosom Sorong Kini Punya Modal Lanjutkan Pembibitan dan Kembangkan Pertanian Produktif

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Sorong, VIVA - Hampir 3.000 bibit tanaman hortikultura (buah-buahan) dan tanaman kayu, didatangkan ke Papua Barat. Agar bibit tidak mudah mati, Rumah Bibit Tangguh Iklim dibangun di kampung persiapan Klawosom, Kawasan Transmigrasi Klamono - Segun, kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Hal ini dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IV Universitas Brawijaya guna memecahkan persoalan masyarakat setempat.

Baca Juga :
Kawal Program Irigasi di Grobogan, Ibas: Infrastruktur Harus Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahannya, Prabowo: Harga Pupuk Berhasil Kita Turunkan 20 Persen

"Sejak ada program Tim Patriot, kami baru mengenal pembibitan seperti ini. Kami juga belajar bahwa jarak tanam perlu diatur dalam sistem agroforestri. Kami sangat merasakan manfaat program ini dan berharap tim dapat kembali lagi," ujar Lorentius G. Ile Kolin, warga transmigran Klawosom, saat pelatihan teknik grafting bibit unggul dikutip Sabtu (7/11/2026).

Rumah bibit Nursery ini dilengkapi tiga profile tank berkapasitas total 3.350 liter, sistem pengairan, rumah produksi, gudang penyimpanan, mesin pencacah, tiga tong biochar, serta peralatan pendukung lainnya. Fasilitas ini disiapkan agar kegiatan pembibitan tetap berjalan setelah masa pendampingan tim berakhir.

Selain perawatan bibit, warga mendapat pelatihan pengolahan media tanam, perbanyakan bibit melalui grafting atau sambung pucuk, pembuatan kompos dari bahan lokal, serta produksi biochar sebagai pembenah tanah.

Keberlanjutan program didukung pembentukan dua kelompok tani, yaitu Kuk Mala Fai Tunas Muda dan Olom Fagu, serta satu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi. Ketiganya disiapkan untuk mengelola rumah bibit dan mengembangkan agroforestri bersama masyarakat.

Program ini menyasar lebih dari 600 kepala keluarga, termasuk 60 anggota kelompok tani dan KWT. Pengiriman bibit dimulai pada 7 Oktober 2026, sementara pendampingan dan pengembangan program berlangsung hingga penarikan tim pada akhir November 2026.

"Besar harapan kami program ini terus berlanjut melalui penerapan sistem agroforestri intensif yang sesuai dengan pola bertani masyarakat Klawosom," ujar Syamsul Arifin, Ketua TEP IV UB.

Pengembangan rumah bibit ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbanyak pusat pembibitan pohon.

"Bikin nursery-nursery, saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita," ujar Prabowo saat peresmian akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan di Batang.

Baca Juga :
Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir
Pengmas UI Dorong Petani Muda Kembangkan Bisnis Pertanian Berbasis Pengetahuan Lokal dan Teknologi
Universitas Indonesia Gerakkan Petani Muda Sukoharjo melalui Model Pertanian Permakultur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Gaya Berpakaiannya Sempat Jadi Sorotan, Natasha Wilona Ngaku Tak Jago Soal Fashion
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Akun Instagram Habib Nabiel Almusawa Terkena Banned Usai Suarakan Isu Palestina
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jokowi Perlihatkan Ijazah di Sidang, Pengamat Ungkap Efeknya terhadap Persepsi Publik
• 3 jam laludisway.id
thumb
Jangan Buru-buru Beli Mobil Bekas, 5 Mobil Baru Ini Harganya Rp100 Jutaan
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.