Umi dan Sepiring Ketoprak yang Dipesan dengan Bahasa Inggris

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tangan Zazilah alias Umi tampak sibuk mengulek sambal kacang di atas piring. Sesekali, ia menuangkan air dari botol kaca berwarna hijau untuk mencampurkan bumbu agar mencapai kekentalan yang pas. Di dekatnya, tahu goreng dan bahan-bahan ketoprak telah disiapkan untuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Sejak pagi, aktivitas Umi memang tak jauh dari urusan dapur. Menyiapkan sambal, menggoreng tahu, hingga meracik seporsi ketoprak sudah menjadi rutinitasnya sebagai pedagang di RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

Namun, ada sesuatu yang berbeda dari lapak ketoprak Umi belakangan ini. Ketika pembeli datang, ia tak hanya mengandalkan bahasa Indonesia untuk melayani pesanan. Sesekali, bahasa Inggris turut keluar dari mulutnya.

Pemandangan itulah yang membuat Umi ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pedagang ketoprak yang meracik makanan tradisional, tetapi mencoba melayani pembelinya menggunakan bahasa internasional.

Di sela kesibukannya berjualan, kumparan menghampiri Umi pada Sabtu (7/11/2026). Perempuan itu bercerita bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya masih jauh dari sempurna. Ia bahkan menyebut kemampuannya hanya sebatas little-little.

"Saya bilang saya bahasa Inggrisnya little-little aja," kata Umi sambil tertawa.

Meski begitu, Umi tak lantas menghindar ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris. Ia justru berusaha mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya, terutama ketika berhadapan dengan pembeli.

Bagi Umi, melayani pembeli dengan bahasa Inggris menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Ia memang belum sepenuhnya percaya diri untuk bercakap-cakap panjang. Namun, keberaniannya mencoba menjadi bagian dari proses belajar yang sedang dijalaninya.

Belajar Bahasa Inggris dari Lingkungan RT

Kemampuan bahasa Inggris Umi tidak datang begitu saja. Ia mengikuti program belajar bahasa Inggris yang digagas di lingkungan RT 11 RW 7, Gandaria Utara.

Program tersebut menjadi bagian dari inovasi pendidikan yang dikembangkan Ketua RT setempat, Imam Basori. Warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris secara gratis.

Materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari para peserta. Bagi pedagang seperti Umi, percakapan yang dipelajari lebih banyak berkaitan dengan aktivitas jual-beli dan cara berkomunikasi dengan pelanggan.

"Ini yang buat UMKM kita lebih difokuskan. Pembicaraan sering in by in-nya di sini," ujar Umi.

Ada beberapa pedagang lain yang mengikuti program tersebut. Di antaranya Mambena, Mr Timun, dan sejumlah pelaku usaha di sekitar lingkungan RT 11. Mereka belajar bersama dari Senin hingga Jumat.

Metode pembelajarannya pun dibuat santai. Pengajar mereka, Mr Gita, kerap menyelipkan permainan agar peserta tidak merasa bosan. Bahkan, ada hukuman lucu-lucuan bagi peserta yang salah mengucapkan kata atau kalah dalam permainan.

"Jadi seru sih, jadi belajarnya nggak yang monoton gitu," kata Umi.

Cara belajar seperti itu membuat Umi dan peserta lainnya lebih berani mencoba. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan, tetapi juga berlatih berbicara dan tampil di depan peserta lain.

Menghafal Kosakata di Tengah Kesibukan Berjualan

Bagi Umi, belajar bahasa Inggris di sela-sela pekerjaan tentu memiliki tantangan tersendiri. Ia harus membagi waktu antara berjualan, mengikuti pelajaran, dan mengurus urusan keluarga.

Ia mengaku pernah absen sekitar satu bulan karena harus merawat ibunya yang sakit hingga meninggal dunia. Ketika kembali mengikuti kelas, ia merasa tertinggal dari peserta lainnya.

"Sebetulnya memang kalau nggak ikut saya sayang juga, cuman ya karena keadaan saya sempat vakum," tuturnya.

Meski begitu, Umi berusaha mengejar materi yang tertinggal. Ketika lapaknya sedang sepi, ia membuka lembaran materi yang diberikan pengajar. Ia juga terkadang belajar melalui video di YouTube.

Tantangan terbesarnya bukan hanya mengingat kosakata, melainkan juga mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris. Menurutnya, tulisan dan cara membaca bahasa Inggris kerap berbeda sehingga membutuhkan latihan berulang.

"Kalau belajar kadang malam, dapatin aja, besok lupa gitu kan. Apalagi untuk ngapal-ngapal itu udah agak susah kan seumur-umur saya," ujarnya.

Saat ini, Umi mulai memahami sejumlah percakapan sederhana. Ia merasa lebih mudah menangkap maksud lawan bicara dibandingkan menyusun kalimat sendiri. Rasa takut salah masih kerap muncul ketika harus berbicara.

"Ini mungkin paham, cuman mungkin paham. Cuman secara kita yang ngomong itu kayak orang takut salah gitu aja sih. Masih ada takut salahnya," kata Umi.

Namun, rasa takut itu perlahan ia lawan dengan praktik. Setiap kesempatan berbicara menjadi latihan tersendiri, termasuk ketika melayani pembeli di lapak ketopraknya.

Harapan yang Lebih Luas dari Lapak Ketoprak

Program bahasa Inggris di lingkungan RT 11 tidak hanya ditujukan untuk membuat warga bisa berbicara dalam bahasa asing. Ada harapan agar kemampuan tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas, terutama bagi warga yang menjalankan usaha.

Umi menilai kesempatan belajar gratis itu sangat berharga. Ia menyadari bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang bisa membantu pedagang berkomunikasi dengan pelanggan dari berbagai latar belakang.

Ia juga melihat perubahan di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagian warga mulai mencoba menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, meski masih sering keliru dan bercampur dengan bahasa Indonesia.

"Kadang-kadang suka. Ya itu buat bercanda-bercanda. Kadang-kadang suka salah tuh," ujarnya.

Bagi Umi, kemampuan bahasa Inggris mungkin belum akan membuatnya langsung fasih berbicara. Namun, ia sudah memiliki bekal untuk memulai percakapan sederhana dengan pembeli.

Kini, di lapak ketopraknya, Umi menjalani dua aktivitas yang berjalan beriringan. Tangannya tetap cekatan mengulek sambal kacang, sementara pikirannya terus berusaha mengingat kosakata dan susunan kalimat bahasa Inggris yang telah dipelajari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal KRL Hari Ini 7 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo, Jangan Sampai Ketinggalan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Deretan Saham Berkinerja Baik Sepekan, MKNT-AIMS Puncaki Top Gainers
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3,5 Km
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Marc Marquez Kuasai Latihan Bebas Pertama MotoGP Qatar
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jorge Jesus Kecewa Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal: Saya Memintanya Bertahan
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.