Jakarta (ANTARA) - Komisaris PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Budi Siswanto memuji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang membangun Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan dan mengharumkan nama ibu kota setelah meraih penghargaan Seoul Design Award 2026.
“Taman yang merupakan integrasi Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 40 Finalists Seoul Design Award 2026, ajang desain internasional yang tahun ini menerima 1.204 pengajuan proyek dari 91 negara,” kata Komisaris PT Integrasi Transit Jakarta, Budi Siswanto di Jakarta,Sabtu.
Ia mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik Jakarta mulai mendapatkan pengakuan dunia.
Penghargaan tersebut, kata dia, semakin bermakna karena Taman Bendera Pusaka tidak hanya dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH), namun juga membawa pesan sejarah dan kebangsaan melalui simbol Bendera Pusaka Merah Putih.
Pembangunan Taman Bendera Pusaka mulai dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Taman Langsat, Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Taman seluas sekitar 5,6 hektare itu diresmikan Pramono pada 14 Maret 2026 setelah tahapan pembangunan rampung.
Area tersebut dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, amphitheater, ruang komunitas, serta sejumlah elemen ekologis.
Desainnya terinspirasi filosofi Sang Saka Merah Putih melalui pembagian zona merah dan putih yang dihubungkan jalur pedestrian serta jembatan.
"Nama Bendera Pusaka sendiri bukan sekadar nama. Ada pesan tentang persatuan, sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana generasi sekarang memahami bahwa Indonesia dibangun melalui proses panjang. Jadi ketika masyarakat datang berolahraga, berkumpul atau berekreasi, ada nilai kebangsaan yang ikut dihadirkan," kata dia.
Budi mengatakan taman tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus ruang edukasi informal mengenai sejarah dan identitas kebangsaan.
Berdasarkan penilaian Seoul Design Award, proyek tersebut mengubah saluran beton menjadi tepian yang dinaturalisasi dan lahan basah sehingga fungsi pengelolaan air, pemulihan ekosistem dan ruang publik dapat berjalan secara bersamaan.
"Ini yang menarik. Nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui pidato. Bisa melalui ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Anak-anak bermain, warga berolahraga, komunitas berkegiatan, tetapi pada saat yang sama mereka berada di ruang yang membawa simbol Merah Putih dan sejarah bangsa," bebernya.
Budi menambahkan pengakuan Seoul Design Award menunjukkan pembangunan kota tidak harus mempertentangkan antara fungsi ekologis, estetika, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.
Menurut Budi, Taman Bendera Pusaka memperlihatkan ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kepentingan lingkungan, sosial, budaya dan sejarah dalam satu kawasan.
"Jakarta sedang menuju usia lima abad. Kita membutuhkan warisan pembangunan yang bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai dan dapat dikenang. Taman Bendera Pusaka bisa menjadi salah satu legasi penting menuju Jakarta lima abad," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto mengatakan pencapaian tersebut memperkuat semangat Jakarta sebagai kota global yang tidak cukup hanya memiliki gedung tinggi, pusat bisnis, dan infrastruktur modern, tetapi juga mempunyai ruang publik berkualitas yang memenuhi standar internasional tanpa kehilangan karakter lokal.
"Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia. Pengakuan dari Seoul Design Award ini menunjukkan bahwa karya yang lahir di Jakarta mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan dalam percaturan desain kota internasional," tegasnya.
Ia berharap pencapaian Taman Bendera Pusaka dapat menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan ruang publik berkualitas yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan identitas dan sejarah Jakarta.
Baca juga: Pram bangga Taman Bendera Pusaka raih penghargaan "Seoul Design Award"
Baca juga: Pemkot Jaksel minta Abang None 2026 promosikan Taman Bendera Pusaka
Baca juga: Pemprov DKI tambah fasilitas kebersihan di Taman Bendera Pusaka
“Taman yang merupakan integrasi Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 40 Finalists Seoul Design Award 2026, ajang desain internasional yang tahun ini menerima 1.204 pengajuan proyek dari 91 negara,” kata Komisaris PT Integrasi Transit Jakarta, Budi Siswanto di Jakarta,Sabtu.
Ia mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik Jakarta mulai mendapatkan pengakuan dunia.
Penghargaan tersebut, kata dia, semakin bermakna karena Taman Bendera Pusaka tidak hanya dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH), namun juga membawa pesan sejarah dan kebangsaan melalui simbol Bendera Pusaka Merah Putih.
Pembangunan Taman Bendera Pusaka mulai dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Taman Langsat, Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Taman seluas sekitar 5,6 hektare itu diresmikan Pramono pada 14 Maret 2026 setelah tahapan pembangunan rampung.
Area tersebut dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, amphitheater, ruang komunitas, serta sejumlah elemen ekologis.
Desainnya terinspirasi filosofi Sang Saka Merah Putih melalui pembagian zona merah dan putih yang dihubungkan jalur pedestrian serta jembatan.
"Nama Bendera Pusaka sendiri bukan sekadar nama. Ada pesan tentang persatuan, sejarah perjuangan bangsa dan bagaimana generasi sekarang memahami bahwa Indonesia dibangun melalui proses panjang. Jadi ketika masyarakat datang berolahraga, berkumpul atau berekreasi, ada nilai kebangsaan yang ikut dihadirkan," kata dia.
Budi mengatakan taman tersebut menjadi ruang interaksi warga sekaligus ruang edukasi informal mengenai sejarah dan identitas kebangsaan.
Berdasarkan penilaian Seoul Design Award, proyek tersebut mengubah saluran beton menjadi tepian yang dinaturalisasi dan lahan basah sehingga fungsi pengelolaan air, pemulihan ekosistem dan ruang publik dapat berjalan secara bersamaan.
"Ini yang menarik. Nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui pidato. Bisa melalui ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat. Anak-anak bermain, warga berolahraga, komunitas berkegiatan, tetapi pada saat yang sama mereka berada di ruang yang membawa simbol Merah Putih dan sejarah bangsa," bebernya.
Budi menambahkan pengakuan Seoul Design Award menunjukkan pembangunan kota tidak harus mempertentangkan antara fungsi ekologis, estetika, aktivitas masyarakat, dan identitas lokal.
Menurut Budi, Taman Bendera Pusaka memperlihatkan ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kepentingan lingkungan, sosial, budaya dan sejarah dalam satu kawasan.
"Jakarta sedang menuju usia lima abad. Kita membutuhkan warisan pembangunan yang bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai dan dapat dikenang. Taman Bendera Pusaka bisa menjadi salah satu legasi penting menuju Jakarta lima abad," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto mengatakan pencapaian tersebut memperkuat semangat Jakarta sebagai kota global yang tidak cukup hanya memiliki gedung tinggi, pusat bisnis, dan infrastruktur modern, tetapi juga mempunyai ruang publik berkualitas yang memenuhi standar internasional tanpa kehilangan karakter lokal.
"Jakarta tidak kalah dengan kota-kota besar dunia. Pengakuan dari Seoul Design Award ini menunjukkan bahwa karya yang lahir di Jakarta mampu berdiri sejajar dan diperhitungkan dalam percaturan desain kota internasional," tegasnya.
Ia berharap pencapaian Taman Bendera Pusaka dapat menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan ruang publik berkualitas yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan identitas dan sejarah Jakarta.
Baca juga: Pram bangga Taman Bendera Pusaka raih penghargaan "Seoul Design Award"
Baca juga: Pemkot Jaksel minta Abang None 2026 promosikan Taman Bendera Pusaka
Baca juga: Pemprov DKI tambah fasilitas kebersihan di Taman Bendera Pusaka





