Bambang Pramujati Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang menorehkan prestasi di bidang olahraga golf.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya ITS mengembangkan potensi mahasiswa, termasuk atlet yang berpeluang memperkuat Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
Bambang mengatakan, ITS siap memberikan dukungan kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan karier sebagai atlet golf. Salah satu bentuk dukungan yang memungkinkan diberikan adalah beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
“Insyaallah, kalau beasiswa tidak ada masalah. Kami dengan senang hati bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi,” kata Bambang saat ditemui dalam kegiatan Jotosen Metafora Golf Tournament 2026, Sabtu (7/11/2026) pagi.
Bambang menambahkan, mahasiswa yang harus menjalani latihan intensif maupun mengikuti kompetisi tingkat nasional juga perlu mendapatkan dukungan akademik.
Selain itu, ITS juga membuka kemungkinan memberikan kelonggaran perkuliahan apabila mahasiswa harus memprioritaskan latihan untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Ia mengungkapkan, sejumlah mahasiswa baru ITS ternyata memiliki latar belakang sebagai atlet golf. Beberapa di antaranya bahkan telah menunjukkan prestasi dalam kompetisi olahraga tingkat daerah dan berpotensi dikembangkan menjadi atlet yang lebih kompetitif.
ITS, lanjut Bambang, akan berupaya memfasilitasi mahasiswa tersebut agar dapat terus mengembangkan kemampuan dan kariernya.
“Kalau memang harus mengikuti PON, tentunya ada afirmasi yang harus kami lakukan. Misalnya, mereka harus latihan sehingga kuliahnya perlu disesuaikan. Hal-hal seperti itu harus kami dukung supaya mereka bisa meningkatkan kariernya,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf ITS yang telah berjalan sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Kampus mendorong mahasiswa mengenal dan menekuni olahraga golf karena dinilai memiliki manfaat lebih luas, termasuk membuka kesempatan membangun jejaring profesional.
Menurutnya, golf kini semakin terbuka bagi berbagai kalangan dan tidak lagi identik sebagai olahraga eksklusif. Selain menjadi sarana olahraga, aktivitas tersebut juga dapat menjadi ruang interaksi, diskusi, hingga membangun kerja sama.
“Kami dorong mahasiswa untuk mulai belajar golf. Sekarang golf sudah bisa diterima banyak orang. Rasanya, tempat untuk berdiskusi, bernegosiasi, dan menjalin jejaring paling banyak memang di golf,” kata Bambang.
Untuk mendukung pengembangan UKM tersebut, ITS juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas driving range di lingkungan kampus. Bambang menyebutkan, lahan untuk fasilitas latihan golf itu sudah tersedia.
Namun, realisasinya masih menunggu penjajakan kerja sama dengan alumni maupun mitra yang bersedia menjadi investor.
“Lahannya sudah kami siapkan. Sekarang kami sedang mencari kemungkinan bekerja sama dengan alumni atau mitra yang bisa berinvestasi. Untuk kapan dimulainya, masih kami pikirkan,” ujarnya.
Dukungan ITS terhadap pengembangan olahraga golf juga terlihat melalui penyelenggaraan Jotosen Metafora Golf Tournament 2026. Turnamen yang digelar Persatuan Golf Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PGA ITS) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66 ITS.
Ratusan pegolf mengikuti turnamen yang digelar di sejumlah lapangan golf itu, yakni Bukit Darmo Golf, Golf Graha Famili, dan Ciputra Golf.
Bambang mengatakan, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempertemukan alumni ITS dengan alumni perguruan tinggi lain untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi.
“Harapan kami, networking semakin besar dan semakin luas. Sekarang tidak mungkin kita bekerja sendiri. Kita pasti membutuhkan banyak orang untuk bisa bekerja sama. Ini menjadi salah satu media untuk membangun kerja sama tersebut,” katanya. (saf)




