Garuda Spark Hadir sebagai Wadah Pendampingan Calon Pendiri Startup untuk Kembangkan Ide Menjadi Bisnis

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sebagai ruang pendampingan bagi calon pendiri startup di Indonesia untuk mengembangkan gagasan menjadi produk dan bisnis yang matang.

Program tersebut menghubungkan anak muda yang memiliki ide bisnis dengan para ahli dan praktisi industri yang berpengalaman dalam membangun perusahaan.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan pengalaman para ahli menjadi faktor penting dalam membantu anak muda merealisasikan gagasan mereka.

“Experts (para ahli) itu mempunyai jam terbang, anak muda itu mempunyai ide. Nah, kalau ide ini tidak disambungkan dengan jam terbang, maka teman-teman ini produknya ya akan semi-semi saja," ungkap Alfreno dalam temu media di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Garuda Spark Hubungkan Anak Muda dengan Praktisi Industri

Alfreno menjelaskan GSIH tidak hanya menjadi tempat pendampingan, tetapi juga wadah bagi pelaku startup untuk memperluas wawasan dan bertukar gagasan dengan para praktisi industri.

Menurutnya, pengalaman para mentor dapat membantu calon pendiri startup mengembangkan ide kreatif menjadi produk yang memiliki peluang bisnis lebih matang.

Ia mencontohkan perusahaan seperti Tokopedia dan GoTo yang berkembang melalui proses panjang serta pengalaman para pendirinya dalam membangun bisnis.

Pemerintah juga mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan mentor karena kolaborasi tersebut dapat membuka kesempatan bagi calon pendiri startup untuk memperoleh masukan serta pengalaman.

Salah satu kegiatan yang mendapat apresiasi tersebut adalah Investment Day Futurepreneur Lab 2026.

Kemkomdigi Siapkan 10 Garuda Spark untuk Pengembangan Startup

Alfreno menambahkan pemerintah telah menyediakan 10 Garuda Spark sebagai pusat inovasi untuk mendukung pengembangan perusahaan rintisan melalui pelatihan, inkubasi, pendampingan, dan penjodohan bisnis (business matchmaking).

Program Garuda Spark pertama kali diresmikan pada 27 September 2025 di Bandung, Jawa Barat.

Jumlah pusat inovasi tersebut direncanakan terus bertambah untuk memperluas dukungan terhadap pengembangan ekosistem startup di Indonesia.

Alfreno berharap keberadaan Garuda Spark dapat membantu calon pendiri startup memperoleh pendampingan yang relevan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, praktisi industri, dan generasi muda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Investasi Emas Berubah, BEI Ajak Generasi Muda Lirik Instrumen Investasi ETF Emas
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kisah Inspiratif Deris Nagara, Gagal Masuk PTN hingga Jadi Presiden BEM Columbia University
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hyundai Group Kembangkan Pelek Pintar, Bisa Berubah Jadi Tertutup
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Raja Malaysia-Jaksa Agung Berselisih Soal Status Tahanan Rumah Najib Razak
• 7 jam laludetik.com
thumb
Shin Tae-yong Sudah Sembuh dari Sakit Influenza A, Bisa Pimpin Persija Vs Persebaya di JIS
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.