Sejumlah Penerbangan di Eropa Berulang Kali Mendapat Ancaman Bom, Sekitar 25 Pesawat Penumpang Terdampak

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah negara Eropa belakangan ini berturut-turut menghadapi insiden ancaman bom terhadap penerbangan! Hanya pada Kamis (5/11), setidaknya 25 pesawat penumpang terdampak. Beberapa penerbangan terpaksa melakukan pengalihan pendaratan darurat, bahkan mendapat pengawalan dari pesawat militer. 

Rangkaian ancaman tersebut telah mengganggu ketertiban lalu lintas penerbangan di Eropa. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki apakah berbagai ancaman ini melibatkan organisasi yang sama.

EtIndonesia.com Menurut laporan Reuters, insiden terhadap penerbangan ini merupakan insiden ancaman bom berskala besar kedua yang terjadi di Eropa sepanjang pekan.

Pada Kamis (5/11) pagi, ancaman bom dilaporkan secara beruntun di sejumlah negara Eropa. Wilayah yang terdampak membentang dari Irlandia hingga Bulgaria. Sedikitnya 25 penerbangan terkena dampaknya. Beberapa pesawat penumpang terpaksa melakukan pengalihan pendaratan darurat, bahkan harus dikawal oleh jet tempur.

Polandia, Ceko, Spanyol, Italia, dan sejumlah negara lainnya juga berturut-turut melaporkan adanya peringatan ancaman. Beberapa penerbangan terpaksa menghentikan prosedur lepas landas, sementara para penumpang diminta segera turun dari pesawat untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut laporan CNN, sejumlah bandara menerima email ancaman anonim. Bahkan, sebuah maskapai penerbangan Italia menerima email dari kelompok yang mengaku sebagai organisasi anti-feminis bernama “Men’s Kingdom” (Kerajaan Laki-Laki). Kelompok tersebut mengklaim telah menempatkan bom di dalam dua pesawat.

Namun demikian, hingga saat ini, hasil pemeriksaan yang telah diumumkan oleh berbagai negara tidak menemukan bahan peledak.

Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah berbagai insiden tersebut saling berkaitan. Identitas pihak yang berada di balik ancaman tersebut juga masih belum diketahui.

Yang patut diperhatikan, belakangan ini para pejabat di sejumlah negara Eropa terus menuduh Rusia merencanakan aksi sabotase dan apa yang disebut sebagai “serangan hibrida”. 

Jenis operasi semacam ini biasanya membutuhkan biaya rendah, sulit dilacak hingga ke dalang di baliknya, serta tidak mudah memicu serangan balasan militer secara langsung. Namun, pihak Rusia telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Reporter NTD, Liu Jiajia, menyusun laporan ini berdasarkan berbagai sumber.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[Foto] Konsumsi Rumah Tangga Sebagai Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Akun Instagram Habib Nabiel Almusawa Terkena Banned Usai Suarakan Isu Palestina
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Didemo Agar Diboikot TV, Ruben Onsu Akan Tempuh Jalur Hukum?
• 13 jam lalucumicumi.com
thumb
MilkLife Kickers Finis Runner-up di Singa Cup 2026 Girls U14
• 9 jam lalubola.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,545 Juta/Gram di Akhir Pekan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.