Ibu Bagikan Pengalaman Telinga Anak Luka karena Anting, Ini Tips Memilih yang Aman untuk Balita

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Memilih aksesori untuk anak, termasuk anting, ternyata tidak boleh sembarangan, Moms. Model dan bahan yang kurang tepat bisa menyebabkan iritasi hingga melukai daun telinga si kecil.

Belum lama ini, seorang ibu membagikan pengalamannya melalui akun Threads @noviarizqy. Ia mengaku baru menyadari bahwa model anting yang digunakan anaknya ternyata kurang aman hingga menyebabkan luka pada telinga.

Dalam unggahannya, ia juga meminta saran kepada sesama ibu mengenai model anting yang aman untuk anak berusia 2 tahun.

Pengalaman tersebut pun bisa menjadi pengingat bagi orang tua bahwa memilih anting untuk balita bukan hanya soal model yang cantik, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak.

Tips Memilih Anting yang Aman untuk Anak Usia 2 Tahun

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menyarankan orang tua memilih anting dengan model sederhana, seperti:

- Model stud atau tusuk kecil yang menempel dekat daun telinga.

- Bentuk bulat dengan permukaan halus dan tanpa ujung tajam.

- Ukuran kecil dan ringan.

- Pengunci belakang aman, tidak mudah terlepas, tetapi tidak terlalu ketat.

“Emas bisa menjadi salah satu pilihan yang baik, terutama emas kuning solid dengan kadar tinggi, misalnya 18 karat atau lebih. Emas kuning dengan kadar tinggi umumnya memiliki risiko alergi nikel lebih rendah dibandingkan perhiasan imitasi atau emas dengan kadar rendah,” kata dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (5/11).

Risiko Anting yang Kurang Tepat dan Cara Mengatasinya

Menurut dr. Aisya, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi jika anak menggunakan anting dengan model atau bahan yang kurang tepat, di antaranya:

- Iritasi atau alergi kontak: Telinga menjadi merah, gatal, bersisik, dan terkadang berair.

- Infeksi: Ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, terasa hangat, hingga keluar nanah.

- Luka akibat gesekan atau tarikan: Misalnya ketika anting tersangkut pakaian atau rambut sehingga daun telinga terluka.

- Pengunci anting tertanam: Bisa terjadi jika pengunci terlalu ketat dan terus menekan jaringan telinga.

- Robekan daun telinga: Terutama akibat penggunaan anting yang berat, menjuntai, atau mudah tersangkut.

Lantas, bagaimana jika telinga anak sudah terlanjur mengalami luka atau iritasi?

dr. Aisya menyarankan orang tua untuk menghentikan pemakaian anting yang diduga menjadi penyebab gesekan atau alergi. Area telinga juga perlu dibersihkan secara lembut menggunakan cairan saline steril atau air bersih.

Hindari menggosok, memencet, maupun mengorek bagian yang luka. Jika terdapat tanda-tanda infeksi pada lubang tindikan, orang tua juga sebaiknya tidak buru-buru melepas anting sendiri sebelum diperiksa dokter. Sebab, keputusan untuk melepas atau mempertahankan anting perlu disesuaikan dengan kondisi luka.

"Yang perlu kita tekankan dari sisi kesehatan adalah bagaimana memastikan anting yang digunakan aman untuk kulit dan tidak mencederai telinga anak," tutur dr. Aisya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggapan UGM Terkait Aksi Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Persidangan
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Senat Paraguay Makzulkan Santiago Peña Usai Bank Ueno Kolaps, Terancam Dipidanakan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Liga Voli Korea, Sabtu 7 November: Megawati Hangestri Kembali ke Daejeon! Hyundai Hillstate Tantang Red Sparks
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Pemulihan Korban Gempa NTT, BAZNAS-King Salman Salurkan Bantuan Rp18 Miliar
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Pria di Bogor Dihakimi Warga Usai Dikira Mau Curi Motor, Ternyata ODGJ
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.