JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Seira Tamara, mengungkapkan bahwa metode kampanye berbasis pertemuan dapat menjadi salah satu cara untuk menekan mahalnya biaya politik di Indonesia. Tingginya biaya politik dinilai memiliki keterkaitan dengan potensi korupsi yang dilakukan aktor politik.
Menurut Seira, metode tersebut juga dapat membangun kedekatan antara kandidat politik dan masyarakat. Dengan demikian, ketergantungan terhadap alat peraga kampanye (APK) maupun praktik politik uang dapat dikurangi. Keduanya dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat biaya politik semakin mahal.
“Sehingga para calon itu tidak perlu menambal ketidaktahuan informasi dari masyarakat tentang calon dengan baliho yang sangat mahal, atau bahkan dengan APK dalam bentuk lain yang sangat mahal atau bahkan dengan politik uang,” kata Seira kepada kader Perindo DKI Jakarta di Kantor DPP Perindo, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
“Jadi, ada banyak hal yang perlu diupayakan. Tapi kita perlu menyepakati bahwa biaya politik yang sangat tinggi ini memang punya keterkaitan yang sangat besar dengan terjadinya korupsi yang dilaksanakan oleh para aktor politik,” ungkapnya.




