Kronologi Wali Murid di Cirebon Kompak Tolak MBG, Berawal dari Murid Keracunan hingga Masuk Rumah Sakit

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Berikut ini kronologi wali murid di Cirebon kompak tolak MBG atau Makanan Bergizi Gratis. Hal itu berawal dari murid yang keracunan hingga masuk rumah sakit.

Polemik keracunan yang disebabkan oleh Makanan Bergizi Gratis atau MBG memang masih menjadi perbincangan banyak orang. Belum lama ini, kejadian keracunan terjadi di Cirebon, Jawa Barat.

Dikutip dari KOMPAS.com pada Sabtu (7/11/2026), diketahui sekitar 100 siswa mengalami keracunan usai menyantap sup telur puyuh dari Makanan Bergizi Gratis. Korban berasal dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga Posyandu.

Korban mengeluhkan gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah, diare, dan sakit perut hebat. Hingga Rabu (21/10/2026) lalu, jumlah korban pun terus bertambah.

Lalu, bagaimana kronologi wali murid di Cirebon kompak tolak MBG ini? Siswa sekolah diketahui mengalami gejala keracunan usai menyantap sup telur yang merupakan menu MBG.

Direktur Utama Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon, Katibi mengatakan bahwa jumlah pasien terus bertambah sejak Selasa.

"Dari mulai jam 17.50-an (Selasa) sampai jam 9.00 hari ini itu jumlah pasien yang terdaftar ada 62 pasien, dan setelah jam 9.00, ada tambahan dua, jadi jumlahnya 64 ya," sambungnya.

Warga pun sempat menggeruduk SPPG Kalijaga Harjamukti di Jalan Pramuka Penggalang pada Selasa malam. Massa menuntut pertanggung jawaban pihak SPPG atas terjadinya keracunan tersebut.

Bahkan, personel kepolisian pun turut berjaga untuk mengamankan bangunan, menenangkan massa, serta memblokir area. Sedangkan, rapat anatara wali murid dan pihak sekolah pun digelar pada Rabu (28/10/2026).

Dalam rapat tersebut, orang tua meminta kejelasan kronologi keracunan yang dialami oleh anak-anak di sekolah. Salah satu wali murid, yakni Hadi Diana mengungkap bahwa ia menolak pemberian MBG untuk anaknya.

Bukan tanpa sebab, ia mengaku khawatir jika sang anak mengalami keracunan usai menyantap MBG lagi. Menurutnya, harus ada solusi lain dalam permasalahan ini.

 

"Kalau saya pribadi sih menolak. Cuma secara pribadi kan pikiran saya menolak itu bakal ada pergantian ataupun ada alternatif lain," ujarnya.

"Ternyata di saat menolak ya selesai menolak, tidak ada solusi," sambungnya.

Ia juga menuntut adanya kejelasan dari penyebab keracunan yang terjadi. Pasalnya, dari informasi yang ia dapat, SPPG diisi oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya.

"Karena bilangnya kan dalam satu SPPG itu sudah ada orang-orang berkompeten, dari kepolisian, ahli gizi dan lain-lain, tapi bisa terjadi seperti ini," sambung dia.

Ia juga meminta agar makanan yang akan didistribusikan kepada anak diperiska keamanannya terlebih dahulu. Hal ini menghindari adanya keracunan yang kembali terjadi.

"Jadi mungkin SOP-nya ditegakkan, dipastikan bukan cuma guru yang mencicipi MBG ini sebelum dibagikan ke murid, tapi dipastikan memang sudah aman di saat dikonsumsi jam-jam yang sudah disesuaikan untuk dimakan anak-anak tersebut," jelasnya.

Sedangkan, dikutip dari TribunJabar.id pada Sabtu (7/11/2026), Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty menjelaskan bahwa dari hasil uji laboratorium, terdapat bakteri Staphylococcus aureus pada sup telur puyuh yang dikonsumsi oleh para korban. Tak hanya itu, terdapat pula Bacillus cereus di makanan berupa nasi, orek tempe, dan wortel.

Ia menjelaskan bahwa terdapat koloni bakteri yang menyebabkan keracunan pada anak. Hal ini yang menyebakan anak mengalami mual, muntah, hingga diare.

"Kesimpulannya, memang hasil biakan ini didapati tumbuh koloni-koloni bakteri yang mendukung untuk gejala-gejala keracunan makanan," jelasnya.

Kronologi wali murid di Cirebon kompak tolak MBG ini menyita perhatian publik. Kejadian adanya keracunan pada anak sekolah bak menyebabkan orang tua merasakan trauma.

Sedangkan, akibat dari keracunan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan membekukan operasional SPPG Kalijaga.(*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Kekerasan Seksual oleh Pelatih Lari, Korban Mengaku Bungkam 7 Tahun
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Liga Voli Korea, Sabtu 7 November: Megawati Hangestri Kembali ke Daejeon! Hyundai Hillstate Tantang Red Sparks
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Segera Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Seo Yea Ji Comeback Bintangi Film Okultisme Baru Usai 5 Tahun
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tak Lolos Verifikasi DTSEN, Pemkot Mojokerto Gandeng Baznas Bangunkan Jamban untuk Bu Ana
• 2 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.