45 Menit yang Menegangkan, Begini Kronologi Kontak Tembak TNI dan OPM di Yahukimo

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
45 Menit yang Menegangkan, Begini Kronologi Kontak Tembak TNI dan OPM di YahukimoNasional | inews | Sabtu, 7 November 2026 - 22:28Dengarkan Berita

YAHUKIMO, iNews.id - Kontak tembak antara pasukan TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka terjadi di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Baku tembak berlangsung selama 45 menit setelah upaya meminta kelompok bersenjata tersebut menyerah berujung saling tembak.

Kronologi kontak tembak berawal ketika Satgas Mandala memberikan informasi mengenai keberadaan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM pimpinan Kopitua Heluka. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir.

Pasukan gabungan TNI kemudian bergerak menelusuri jejak kelompok tersebut hingga ke sekitar Camp Biru, Kali Senami, Distrik Dekai pada Rabu (4/11/2026). 

Pasukan TNI usai kontak tembak dengan OPM pimpinan Kopitua Heluka di kawasan Kali Senami, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (4/11/2026). (Foto: Tangkapan layar video TNI).Baca Juga:Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Solo-Ngawi, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-Luka

Setelah menemukan keberadaan mereka, personel TNI lebih dahulu melakukan pendekatan persuasif dengan meminta anggota kelompok OPM menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. 

"Sebelum kontak tembak terjadi pasukan kami sudah terlebih dahulu melakukan upaya persuasif dengan meminta mereka menyerah serta meletakkan senjata namun ajakan ini dibalas mereka dibalas dengan tembakan," ujar Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Sabtu (7/11/2026).

Situasi pun berubah menjadi kontak tembak. Kedua pihak terlibat baku tembak selama sekitar 45 menit di kawasan tersebut. Setelah kontak senjata berlangsung, sedikitnya 15 anggota kelompok pimpinan Kopitua Heluka dilaporkan mundur dan melarikan diri ke dalam hutan. 

Pasukan TNI kemudian melanjutkan operasi dengan menyisir kawasan sekitar lokasi. Dalam penyisiran tersebut, personel menemukan gubuk yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok OPM. 

"Setelah dicek, kami menemukan tujuh pucuk senjata api yang terdiri dari dua pucuk senjata laras pendek dan lima pucuk senjata laras panjang kemudian puluhan amunisi berbagai kaliber, dua teleskop, beberapa bilah senjata tajam dan selembar bendera binta kejora," katanya.

Baca Juga:5 Calon Anggota Dewas RRI Lolos Uji Kelayakan Komisi VII DPR

Dia menegaskan, TNI tetap mengutamakan pendekatan persuasif untuk mengajak kelompok bersenjata menyerahkan diri. Namun, pasukan akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum apabila menghadapi perlawanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BBCA dan ASII Jadi Saham Paling Banyak Dikoleksi Asing Sepekan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Demo Pecah, Aktivis Lompat Pagar-Tembus Lokasi Proyek Data Center
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Paraguay Santiago Pena Dimakzulkan, Ditahan di Rumah Usai Skandal Besar Terungkap!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Ajak Calon Pemimpin Nasional Belajar ke Vietnam, Soroti Pertumbuhan Ekonomi 9,9 Persen
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.