jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memiliki empat rencana besar untuk mengubah wajah infrastruktur dan fasilitas publik di Indonesia.
Sejumlah proyek ambisius disiapkan, mulai dari revitalisasi Stasiun Gambir hingga pembangunan jaringan kereta api di Bali.
BACA JUGA: Ajak Warga Kunjungi Sekolah Rakyat, Seskab Teddy: Mampir Yuk, Lihat Adik-adik Belajar
Rencana tersebut diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya seusai pertemuan Presiden Prabowo dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11).
Teddy membeberkan empat agenda utama yang menjadi perhatian Prabowo, yakni revitalisasi Stasiun Gambir, penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum, serta pengembangan kereta api di Bali.
BACA JUGA: Pakar Soroti Peran Sentral Seskab Teddy dalam Komunikasi Publik Pemerintah
Menariknya, Prabowo tidak ingin proyek-proyek tersebut hanya berfungsi sebagai fasilitas publik, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan bangsa.
Salah satu rencana yang mendapat perhatian khusus Prabowo ialah revitalisasi Stasiun Gambir di Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Pendiri Gerindra Minta Bareskrim Turut Periksa Seskab Teddy Terkait Perkara Dugaan Penyadapan
Menurut Teddy, stasiun yang telah beroperasi sejak era 1970-an itu belum pernah mengalami renovasi besar.
Prabowo menginginkan Stasiun Gambir tampil dengan wajah baru.
Tidak sekadar menjadi tempat naik dan turun penumpang, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat transportasi nasional yang terintegrasi dengan fasilitas hiburan dan wisata.
"Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota," ujar Teddy dalam keterangannya dikutiip Sabtu (7/11).
Dengan konsep tersebut, Stasiun Gambir diharapkan memiliki daya tarik lebih luas, baik bagi pengguna kereta api maupun masyarakat yang ingin menikmati fasilitas rekreasi di pusat Jakarta.
Tidak hanya Stasiun Gambir, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian terhadap masa depan kawasan Monas.
Prabowo menginginkan penataan kawasan bersejarah tersebut agar lebih nyaman, tertata, dan menarik bagi masyarakat.
Pembenahan Monas juga diarahkan untuk memperkuat fungsinya sebagai ruang publik sekaligus pusat edukasi sejarah nasional.
Dengan penataan tersebut, kawasan Monas diharapkan semakin menjadi tujuan wisata edukasi dan rekreasi keluarga di Jakarta.
Rencana besar lainnya ialah pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas.
Teddy menjelaskan bahwa Prabowo menginginkan Indonesia memiliki museum berskala besar yang dapat menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus rekreasi.
Gagasan itu muncul setelah rampungnya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah.
"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Teddy.
Kehadiran Grand National Museum diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.
Museum tersebut juga direncanakan menjadi salah satu ikon kebanggaan nasional.
Rencana Prabowo ternyata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di Jakarta.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan jaringan kereta api di Bali untuk meningkatkan konektivitas transportasi di Pulau Dewata.
Teddy mengungkapkan pada tahap awal, jalur kereta api Bali direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata utama.
Kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan jalur tersebut antara lain Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu.
Tidak berhenti di kawasan wisata Bali selatan, jaringan kereta api itu juga diarahkan untuk menjangkau wilayah Bali bagian utara.
Pengembangan transportasi berbasis rel tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di Bali.
Teddy menegaskan bahwa keempat rencana besar itu mencerminkan keinginan Presiden Prabowo untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik dan memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan transportasi, pendidikan, atau rekreasi.
Lebih dari itu, Prabowo menginginkan fasilitas publik tersebut menjadi representasi kemajuan Indonesia di mata masyarakat maupun dunia. Teddy menyebut visi tersebut sebagai nation pride atau kebanggaan nasional. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketum Mathlaul Anwar Dukung Langkah Tegas Presiden Prabowo Jaga Kedaulatan NKRI
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




