Viral Nenek di Bogor Diarak Warga setelah Diduga Curi Mie Instan hingga Minyak Goreng Demi Kebutuhan Hidup

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bogor, tvOnenews.com - Sebuah peristiwa menegangkan terjadi di Pasar Sabtu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dalam sejumlah video, seorang nenek yang penuh uban diarak oleh warga viral di media sosial.

Ironisnya, jilbab yang dikenakan nenek berambut putih tersebut disobek menggunakan alat pemotong berupa cutter. Baju nenek itu juga dirobek sehingga bagian bahunya terlihat sebelum diamankan dan diinterogasi oleh warga.

Bahkan nenek-nenek tersebut juga sempat didorong saat diarak warga. Peristiwa yang terjadi di Pasar Sabtu tersebut viral setelah diunggah melalui akun X @netizenledger pada Sabtu (7/11/2026).

"Terjadi perlakuan tidak manusiawi dengan kasar terhadap seorang nenek-nenek (tampak jilbab dan baju sudah dalam kondisi robek-robek) di Pasar Sabtu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor," tulis @netizenledger dikutip tvOnenews.com, Minggu (8/11/2026).

Nenek di Bogor Diarak Warga karena Diduga Curi Sembako

Seorang nenek yang viral diinterogasi setelah diarak warga akibat diduga menggasak sembako di Pasar Sabtu, Pamijahan, Kabupaten Bogor
Sumber :
  • X/@netizenledger

Dalam keterangan tersebut, nenek-nenek beruban itu mulanya nekat menggasak sejumlah bahan pokok di Pasar Sabtu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Sabtu (31/10/2026) pagi.

Adapun sembako yang diambilnya, di antaranya mie instan, tempe, sabun mandi, cabai, bawang putih hingga minyak goreng. Namun, aksinya langsung disadari sehingga dikerumuni oleh warga, terutama ibu-ibu.

Nenek beruban tersebut kemudian tampak diarak hingga membuat jilbabnya disayat menggunakan cutter oleh seorang pria berbaju putih dan dirobek pria berbaju kuning. Menariknya, wanita tua tersebut tidak melakukan perlawanan.

Setelah itu, wanita tua tersebut langsung diamankan dan diinterogasi oleh sejumlah ibu-ibu. Berdasarkan pengakuannya, nenek-nenek itu nekat mengambil beberapa sembako demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Peristiwa tersebut langsung memicu gelombang tanggapan keras dari publik. Alih-alih mendapat pujian, aksi warga saat mengarak nenek-nenek tersebut justru dinilai sangat tidak manusiawi.

Publik menilai nenek-nenek tersebut telah diperlakukan kasar secara verbal. Meski dalam posisi salah, tindakan warga dianggap berlebihan. Ditambah, wanita tua tersebut tidak membawa kartu identitas.

Dari kejadian ini, pihak pemerintah setempat yakni RT/RW, kecamatan, Dinsor hingga aparat diharapkan memberikan bantuan sosial atau pendampingan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jubir Gerindra Yakin Dugaan Penyadapan Ilegal Upaya Cari Celah Pergantian Kekuasaan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Malaysia Tiru RI, Campur Minyak Sawit ke Avtur Mulai 2027
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bali operasikan bus listrik gratis mulai 9 November
• 52 menit laluantaranews.com
thumb
Jojo Sumbangkan Seluruh Bonus Asian Games untuk Korban Karhutla
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Pakde Ono, Penyandang Disabilitas Jualan Ketoprak Demi 2 Buah Hatinya
• 22 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.