jabar.jpnn.com, CIREBON - Partai Golkar memasang target menambah kekuatan politik di Kota Cirebon pada Pemilu 2029.
Tak tanggung-tanggung, partai berlambang pohon beringin itu membidik delapan kursi DPRD sekaligus mempertahankan posisi wali kota.
BACA JUGA: Pesan Ketua MUI Bandung Menjelang 10 November, Aspirasi Jangan Berujung Anarkistis
Target tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Kota Cirebon, Sabtu (7/11/2026).
Daniel meminta kepengurusan yang baru segera melakukan konsolidasi dan memperkuat mesin partai hingga tingkat bawah.
BACA JUGA: Detik-Detik Rumah Ambruk di Depok, Pasutri Sedang Beraktivitas di Dapur
Apalagi, Golkar Kota Cirebon kini memiliki kader yang menduduki jabatan wali kota.
Dalam Musda XI tersebut, Andrie Sulistio kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon.
BACA JUGA: Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026
Daniel menilai capaian politik Golkar di Kota Cirebon harus terus ditingkatkan.
Keberhasilan menempatkan kader sebagai kepala daerah, menurut dia, perlu diikuti dengan peningkatan perolehan kursi legislatif.
"Targetnya jelas, kami harus bisa mempertahankan eksekutif. Kemudian jumlah kursi di DPRD Kota Cirebon juga harus bertambah menjadi delapan kursi. Pada Pemilu 2024 lalu kami belum punya wali kota, sekarang dengan hadirnya kader Golkar sebagai wali kota, tentu raihan kursi di DPRD juga harus meningkat," ujar Daniel dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Minggu (8/10/2026).
Selain berbicara mengenai target politik 2029, Daniel juga menanggapi beredarnya flyer yang memuat isu rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada November 2026.
Daniel memastikan tidak ada gejolak internal sebagaimana isu yang beredar. Dia bahkan menyebut kabar mengenai Munaslub tersebut sebagai informasi bohong yang tidak memiliki konfirmasi.
Sebagai Plt Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Daniel menegaskan jajaran partai di berbagai tingkatan masih solid mendukung kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
"Saya sebagai Plt Ketua Fraksi Golkar DPR RI menyatakan apa yang disampaikan flyer-flyer tersebut adalah berita bohong dan tidak terkonfirmasi. Faktanya, kami semua dalam kondisi yang sangat solid di seluruh Indonesia, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kami bulat mendukung kepemimpinan Pak Bahlil sebagai Ketua Umum," ujarnya.
Dia menduga isu Munaslub sengaja diembuskan pihak luar yang tidak menginginkan Partai Golkar tetap solid. Meski demikian, Daniel menegaskan konsolidasi organisasi tetap menjadi prioritas seluruh kader.
Sementara itu, Andrie Sulistio menyatakan siap menindaklanjuti arahan DPD Golkar Jawa Barat. Target penambahan kursi DPRD akan menjadi salah satu agenda utama kepengurusan periode mendatang.
Menurut Andrie, langkah konkret untuk mencapai target tersebut akan dirumuskan melalui rapat kerja daerah (Rakerda).
Golkar Kota Cirebon juga mulai menyiapkan strategi menghadapi Pilkada 2029. Salah satu arah politik yang tengah dijajaki ialah kembali mengusung Wali Kota Cirebon Effendi Edo.
Andrie mengatakan penjajakan koalisi dan pembahasan pasangan calon akan dilakukan melalui safari politik setelah rangkaian musda partai-partai lain selesai. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik




