Mangrove dan Hutan NTB Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Karbon

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menarik investasi hijau seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (environmental, social, and governance/ESG).

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, mengatakan NTB memiliki potensi ekonomi karbon yang dapat dikembangkan melalui berbagai proyek lingkungan. Potensi tersebut meliputi pengelolaan hutan mangrove dan kawasan hutan, serta pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan tenaga surya.

Advertisement

BACA JUGA: Perusahaan Asuransi Investasi di Instrumen Keuangan Berkelanjutan Bakal Dapat Insentif

"Daerah yang siap dengan inventarisasi emisi dan memiliki proyek berbasis nilai ekonomi karbon yang matang jauh lebih menarik bagi penanaman modal di bidang energi terbarukan, ekowisata, ecocity, dan industri hijau," kata Sandiana, dilansir Antara, Minggu (8/11/2026).

Berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi proyek penurunan emisi gas rumah kaca yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah rendah karbon.

Menurut dia, perdagangan karbon menjadi salah satu mekanisme penyelenggaraan nilai ekonomi karbon yang dapat memberikan insentif finansial bagi proyek-proyek penurunan emisi.

"Dengan potensi karbon biru dari hutan-hutan mangrove yang ada di NTB, energi terbarukan melalui solar panel, potensi proyek hijau dari hutan yang tersebar di NTB memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi," kata Sandiana.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa kawasan hutan, mangrove, atau lahan gambut yang selama ini dianggap tidak menghasilkan uang tunai, kecuali dieksploitasi, kini memiliki nilai ekonomi langsung dari karbon yang tersimpan.

"Perdagangan karbon membantu membiayai program rehabilitasi lahan kritis dan pengawasan lingkungan hidup tanpa bergantung penuh pada APBD standar," katanya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warung SUKA, pelepas rindu mie ayam dan bakso di Tokyo
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Update ISPU KLH: Nihil Kategori Berbahaya, Belasan Daerah Masih Tidak Sehat
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakirawan BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Guyur Sumatera Barat Dua Pekan ke Depan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Lapangan multifungsi Manggarai untuk cegah tawuran hampir rampung
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pria di Yogya yang Bawa Senjata Tajam saat Unjuk Rasa di Malioboro Ditahan
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.