VIVA - Kontroversi Kylian Mbappe terus membawa dampak besar bagi Real Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut kembali tidak mendapatkan jatah siaran di China setelah platform olahraga Migu Video Sports memutuskan tidak menayangkan pertandingan Los Blancos melawan Valencia dalam lanjutan LaLiga, Minggu (8/11) dini hari WIB.
Keputusan tersebut disebut sebagai buntut dari polemik yang melibatkan Mbappe dan pernyataannya terkait China. Situasi ini membuat pertandingan Real Madrid kembali menjadi sasaran boikot di Negeri Tirai Bambu.
Mengutip laporan media Prancis, So Foot, Migu Video Sports tidak menyiarkan duel Valencia kontra Real Madrid pada pekan ke-12 LaLiga. Padahal, platform milik China Mobile Group tersebut tetap menayangkan pertandingan LaLiga lainnya.
Sebelumnya, Migu juga tidak menayangkan pertandingan Real Madrid saat menang 3-0 atas Racing Santander pada 1 November 2026. Menariknya, sembilan pertandingan LaLiga lainnya tetap disiarkan oleh platform tersebut.
Kantor berita Spanyol, EFE, turut melaporkan bahwa Migu telah menghapus sejumlah video kompilasi dan tayangan ulang pertandingan lama Real Madrid. Sementara itu, konten milik klub-klub lain masih tersedia.
Tekanan terhadap sepak bola Spanyol di China bahkan meluas ke stasiun televisi pemerintah, CCTV. Media tersebut dilaporkan menangguhkan penayangan seluruh pertandingan LaLiga sebagai dampak dari kontroversi Mbappe.
Hingga Minggu (8/11), belum ada kepastian mengenai kapan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol itu kembali bisa disaksikan melalui televisi China.
China Belum Buka Jalan untuk Mengakhiri Boikot
Situasi ini turut menimbulkan kerugian komersial bagi Real Madrid. Padahal, permintaan maaf disebut telah disampaikan beberapa hari sebelumnya.
Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, bahkan ikut turun tangan untuk meredakan ketegangan. Berbicara kepada EFE di sela-sela sebuah acara di Universitas Salamanca, Yao mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan LaLiga, Real Madrid, serta sejumlah organisasi di Spanyol.
Meski demikian, dia menegaskan belum ada proses negosiasi resmi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saat ini tidak ada negosiasi, tetapi ada pertukaran berdasarkan pemahaman bersama," ujar Yao.
Dia juga menyebut insiden tersebut telah melukai perasaan banyak masyarakat China. Menurutnya, dibutuhkan waktu bagi publik untuk menerima dan mencerna situasi yang terjadi.





