Samarinda, ERANASIONAL.COM – Gelandang PSM Makassar, Stefan Jevtoski, akhirnya angkat bicara terkait kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Borneo FC.
Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, @jevtoski45, Jevtoski memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan alasan di balik reaksinya yang berujung pada pengusiran dari lapangan saat menghadapi Borneo FC, Sabtu 7 November 2026.
Ia mengakui reaksinya mungkin bukan tindakan yang paling tepat.
Namun, Jevtoski menegaskan bahwa tindakannya merupakan bentuk pembelaan diri untuk melindungi keselamatan fisiknya dari potensi cedera serius.
Merasa Terancam Cedera SeriusDalam penjelasannya, Jevtoski mempertanyakan tindakan pemain Borneo FC bernomor punggung 35 yang menurutnya berpotensi membahayakan keselamatannya.
“Reaksi saya mungkin bukan yang paling tepat, namun apa yang akan terjadi jika pemain nomor 35 itu menghantam kepala saya dengan lututnya?,” tulis Jevtoski di Instagramnya.
Ia juga menilai tayangan ulang pertandingan memperlihatkan adanya tindakan yang berpotensi mencederainya.
“Seperti yang bisa Anda lihat dengan jelas di dalam video, satu-satunya niatnya adalah untuk menyakiti saya,” tegasnya.
Unggahan Jevtoski usai hadapi Borneo FC. (Foto: Instagram/Jevtoski) Punya Riwayat Cedera PanjangJevt oski juga mengungkapkan bahwa pengalaman buruk akibat cedera membuatnya lebih memahami risiko yang bisa mengancam karier seorang pesepak bola.
Ia mengaku pernah harus menepi selama dua tahun akibat cedera. Pengalaman tersebut membuatnya tidak ingin kembali menghadapi situasi yang berpotensi membuatnya absen dalam waktu lama.
Karena itu, ia merasa perlu melindungi dirinya ketika menghadapi situasi yang dinilainya membahayakan.
Soroti Keputusan Wasit
Selain menjelaskan reaksinya, Jevtoski turut menyayangkan keputusan wasit dalam insiden tersebut.
Menurutnya, pemain lawan yang terlibat dalam kejadian itu justru bisa meninggalkan lokasi tanpa menerima hukuman ataupun peringatan. Sementara dirinya harus menerima kartu merah.
Jevtoski menegaskan tidak ingin pengorbanan dan kerja kerasnya selama berkarier sebagai pesepak bola terancam akibat tindakan pemain lain.
“Saya telah bekerja terlalu keras dan berkorban terlalu banyak untuk membiarkan seseorang mempertaruhkan karier saya seperti itu,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PSM Makassar maupun operator kompetisi belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait insiden yang melibatkan Jevto Jevtoski dalam pertandingan melawan Borneo FC tersebut. []





