Suzuki Vitara, Escudo, dan Sidekick masih memiliki penggemar di kalangan pencinta SUV lawas. Calon pembeli yang tertarik meminang ketiga mobil keluaran 1990-an ini perlu memperhatikan sejumlah masalah khas yang kerap muncul seiring usia kendaraan.
Pemilik bengkel spesialis VES, Rachman, mengatakan bahwa ketiga mobil tersebut sejatinya menggunakan basis mesin yang sama. Keluhan yang sering ditemui pun serupa, terutama oli mesin yang berkurang dan AC yang tidak dingin.
“Vitara itu bawaan pabriknya oli berkurang bukan karena rembes. Jadi masuk ke ruang pembakaran, entah bagaimana ya apakah cacat produksi. Ya saya nggak tahu karena di tahun segitu juga,” buka Rachman saat dijumpai di Depok, Jawa Barat, belum lama ini.
Menurut Rachman, masalah tersebut bisa diatasi melalui proses oversize, penggantian ring seher, serta pengerjaan ulang liner mesin. Proses perbaikan menelan biaya sekitar Rp 8-10 jutaan, sudah termasuk seluruh pengerjaan.
Masalah lain yang kerap ditemui terdapat pada sistem pendingin AC. Embusan udara dari di dalam kabin bisa terasa kurang dingin akibat kerusakan pada bagian evaporator dan blower. Ia bilang, kondisi tersebut tidak cukup diatasi hanya dengan menambah freon.
“Sistem pendingin Vitara itu blower, terus evaporator dan kipas, baru ke kompresor, dia pisah. Dia itu terlalu banyak pembagian untuk AC, antara pembagian ini kisi-kisinya dibatasi busa. Kalau mobil itu kan umurnya sudah 34 tahun, busanya itu hancur. Jadi memang harus diganti,” rincinya.
Rachman menuntaskan masalah tersebut menggunakan perangkat AC milik Toyota Kijang, baik Kijang Super maupun Kijang Kapsul. Pada kedua model itu, posisi evaporator dan blower menyatu sehingga tidak memerlukan sekat busa seperti sistem bawaan Suzuki.
Menurutnya, transmisi dan kaki-kaki ketiga model tersebut lebih tergolong awet dibandingkan mobil tua lainnya. Rachman juga menyebut suspensinya cukup empuk untuk menunjang kenyamanan mengemudi.
“Kalau dipakai wajar, transmisi dan kaki-kaki mobil ini awet. Selain oli dan AC, nggak ada kerusakan berat yang biayanya mahal, kelistrikan aman. Semua umur komponen juga masa pakainya panjang, paling masalah lain kalau ada pemasangan yang nggak sesuai saja, misalnya baut kurang kencang,” ujarnya.
Ketersediaan suku cadang ketiga model tersebut juga relatif mudah, terutama untuk komponen mesin. Rachman menjelaskan, sejumlah komponennya memiliki kemiripan dengan Suzuki Carry Futura yang banyak digunakan sebagai kendaraan angkutan umum alias angkot.
Populasi Futura yang masih cukup banyak membuat suku cadangnya mudah ditemukan di berbagai toko. Hal ini membuat mesin Vitara, Escudo, dan Sidekick dikenal bandel dan perawatannya tidak terlalu sulit.





