Penjualan rumah serta tingkat keberhasilan lelang (clearance rate) di Australia mencatatkan penguatan. Penjualan ini memberi sinyal awal pemulihan pasar properti nasional yang sempat lesu akibat tren kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini.
Mengutip Bloomberg, Data penyedia riset properti Cotality menunjukkan, jumlah lelang yang digelar di kota-kota utama Australia sepanjang pekan lalu meningkat 1,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya menjadi 1,734 lelang. Total volume lelang diproyeksikan menembus lebih dari 2.000 unit pada pekan depan.
Secara rincian wilayah, Sydney menyumbang volume lelang terbesar mencapai 709 unit, relatif stabil dibandingkan posisi pekan sebelumnya. Sementara itu, Melbourne mencatatkan lonjakan mingguan sebesar 18,4 persen menjadi 612 lelang, dan Adelaide melaporkan 149 lelang, mencapai rekor tertinggi sejak Maret 2026.
Tingkat keberhasilan lelang (clearance rate) nasional meningkat 4,3 poin persentase menjadi 51,5 persen, setelah sempat merosot ke rekor terendah dalam enam tahun terakhir pada pekan sebelumnya.
Pemulihan clearance rate ini didorong oleh lonjakan signifikan di pasar Melbourne yang melesat hampir 10 poin persentase.
Capaian tersebut memberikan optimisme bahwa pelemahan pasar properti Australia yang sempat dikhawatirkan menjadi yang terburuk dalam beberapa dekade mulai menemukan titik balik keseimbangan (finding a floor), seiring langkah pembeli memanfaatkan momentum harga yang relatif rendah.
Meskipun demikian, pasar properti masih dibayangi tekanan pengetatan kebijakan. Tren kenaikan suku bunga acuan serta penerapan aturan pajak baru sektor investasi properti yang dirilis sejak Mei 2026 memperlambat laju transaksi.
Pekan lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuan (cash rate) sebesar 25 basis poin (0,25 persen) menjadi 4,85 persen. Langkah pengetatan kelima sepanjang tahun ini membawa suku bunga acuan Australia ke level tertinggi dalam 18 tahun terakhir.





