Angka tawuran di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), mengalami penurunan pada 2026. Salah satu penyebabnya disebut karena adanya sasana tinju.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut angka tawuran turun dari 132 kali pada 2025 menjadi 20 kali pada 2026. Ia menyebut penurunan itu terjadi karena adanya fasilitas sasana tinju yang dibangun melalui program CSR PAM Jaya.
"Tahun 2026 sampai dengan bulan Oktober ini tawurannya hanya 20 kali, jadi turun 110 kali tawuran," kata Pramono saat meluncurkan Jekate Running di Benhil, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2026).
Menurut Pramono, kelompok yang sebelumnya kerap tawuran kini mengalihkan kegiatannya ke olahraga tinju. Kelompok yang dulunya menjadi lawan tawuran kini menjadi lawan di atas ring.
"Kemarin karena ada fasilitas CSR yang diberikan oleh PAM Jaya, terutama sasana tinju, dan mereka yang tawuran dulunya masing-masing gengnya, sekarang menjadi satu, olahraga bersama," jelasnya.
Pramono pun meminta Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim) Munjirin mengadakan pertandingan tinju di Kampung Melayu. Ia berharap anak muda di sana bisa menyalurkan energi ke kegiatan positif.
"Dan saya bilang sama Wali Kota Jakarta Timur untuk diadakan Piala Jakarta Timur tinju di situ, jadi energi untuk tawurannya disalurkan," ucapnya.
(tsy/aik)





