Jakarta, VIVA - Pasar sepeda motor Indonesia kembali mengalami penurunan pada Oktober 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi sepeda motor dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 637.029 unit. Jumlah tersebut turun dibandingkan September yang mencatatkan 654.343 unit.
Dilihat VIVA Otomotif Minggu 8 November 2026, penurunan mencapai 17.314 unit atau sekitar 2,65 persen dalam satu bulan. Meski demikian, capaian Oktober masih menjadi yang tertinggi kedua sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Sebelumnya, penjualan tertinggi terjadi pada September dengan jumlah lebih dari 654 ribu unit.
Jika melihat perjalanan sepanjang tahun ini, penjualan motor domestik memang bergerak naik turun. Pada Januari, distribusi tercatat sebanyak 577.763 unit dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari. Namun, pasar mengalami penurunan cukup tajam pada Maret dengan hanya 448.974 unit.
Penjualan kemudian kembali meningkat menjadi 520.972 unit pada April, sebelum turun ke 479.388 unit pada Mei. Setelah itu, distribusi berangsur naik menjadi 515.136 unit pada Juni dan mencapai 636.030 unit pada Juli.
Memasuki Agustus, penjualan kembali terkoreksi menjadi 596.461 unit. Pasar kemudian menguat pada September sebelum kembali melemah pada Oktober.
Secara akumulasi, penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari hingga Oktober 2026 mencapai 5.653.450 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan 5.427.253 unit. Artinya, pasar masih tumbuh sekitar 4,17 persen secara tahunan meskipun mengalami penurunan secara bulanan.
Dengan capaian tersebut, industri sepeda motor telah membukukan penjualan lebih dari 5,6 juta unit dalam sepuluh bulan pertama 2026. Pergerakan pasar pada November dan Desember akan menentukan hasil penjualan hingga penutupan tahun.
Di sisi ekspor, kinerja pengiriman sepeda motor utuh atau completely built up (CBU) justru menunjukkan perkembangan berbeda. Pada Oktober 2026, ekspor CBU mencapai 67.874 unit, meningkat dari September yang mencatatkan 55.098 unit. Angka tersebut juga menjadi pencapaian bulanan tertinggi dalam data Januari hingga Oktober tahun ini.
Sementara itu, ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) mencapai 691.258 unit pada Oktober. Jumlah tersebut sedikit meningkat dibandingkan September yang mencatatkan 688.319 unit. Adapun ekspor komponen melalui skema part by part mencapai 16.507.130 unit, turun dari 20.248.586 unit pada bulan sebelumnya.





