Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional, Warga Ingatkan Soal Ketimpangan Pembangunan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS — Warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menyambut gembira rencana penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Franciscus Xaverius Seda atau yang akrab disapa Frans Seda (1926-2009) pada 10 November 2026. Di tengah besarnya peran Frans Seda bagi negara, di kampung halamannya sendiri masih terdapat potret ketimpangan pembangunan.

”Kami sangat gembira dengan kabar baik ini. Akhirnya, almarhum Bapak Frans Seda mendapatkan gelar ini. Terima kasih kepada pemerintah yang mengakui peran beliau kepada negara dan bangsa,” kata Remigius Nong, tokoh muda dari Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, melalui sambungan telepon, Minggu (8/11/2026).

Menurut Nong, selama menjadi pejabat publik, Frans Seda memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Ia tidak bersikap kesukuan atau memberikan perhatian khusus kepada kampung halamannya. Frans Seda berasal dari suku Lio dan lahir di Kampung Lekebai, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

”Coba cek, sampai saat ini banyak masyarakat di Kecamatan Mego belum menikmati dampak pembangunan berupa jalan dan listrik. Padahal, almarhum Bapak Frans Seda menjadi menteri beberapa kali dan menjadi orang berpengaruh selama beberapa masa kepemimpinan presiden,” kata Nong.

Jika ditarik ke skala kabupaten, di Sikka masih banyak wilayah yang terisolasi dan kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih. Salah satunya masyarakat Pulau Palue yang hingga kini masih berjuang menghadapi krisis air bersih pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang daerah tersebut pada Agustus 2026.

Pada skala NTT, ketertinggalan juga masih menjadi persoalan. Angka kemiskinan berada di kisaran 19 persen dan terdapat kabupaten dengan prevalensi tengkes hingga 50 persen. ”Jangan terhenti pada pemberian gelar pahlawan. Negara perlu membalas kebaikan tokoh asal NTT dengan memperhatikan wilayah NTT,” ujarnya.

Dalam catatan Kompas, sejumlah jabatan publik pernah diemban Frans Seda. Ia pernah menjabat Menteri Perkebunan (1964-1966), Menteri Pertanian (1966), Menteri Keuangan (1966-1968), serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973).

Selain itu, Frans Seda pernah menjadi Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg sekaligus Kepala Perwakilan RI pada Masyarakat Ekonomi Eropa di Brussels pada 1973-1976, serta anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1976-1978.

Agung Hermanus Riwu, tokoh muda suku Lio di Kota Kupang, mengaku bangga dan bersyukur atas penetapan Frans Seda sebagai pahlawan nasional. Baginya, penganugerahan tersebut merupakan pengakuan atas pengabdian seorang tokoh Lio yang mampu mengambil peran penting di panggung nasional dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

Menurut Agung, keteladanan Frans Seda mengajarkan bahwa tanah kelahiran bukanlah batas untuk bermimpi dan berkarya.

”Semoga semangat, integritas, dan pengabdiannya menginspirasi generasi muda Lio untuk terus belajar, berani melangkah, menjaga jati diri, dan kelak memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan Indonesia,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT telah mengonfirmasi bahwa Frans Seda akan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 10 November 2026.

Serial Artikel

Frans Seda, Tokoh asal NTT, Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Frans Seda, tokoh asal NTT, akan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 10 November 2026 atas pengabdian dan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Baca Artikel

Berdasarkan surat Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial Salahuddin yang diperoleh Sabtu (7/11/2026), upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara tersebut.

Dalam surat yang ditujukan kepada Dinas Sosial Pemprov NTT itu, Salahuddin menyampaikan bahwa kepastian penganugerahan didasarkan pada surat Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara tertanggal 5 November 2026.

”Presiden akan menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Drs Franciscus Xaverius Seda,” tulis Salahuddin.

Salahuddin juga meminta Dinas Sosial Pemprov NTT menyampaikan data salah satu ahli waris beserta pendampingnya untuk hadir dalam upacara penganugerahan tersebut. Upacara digelar pada 10 November bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Dalam siaran pers, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keputusan pemerintah pusat tersebut. Menurut dia, penganugerahan itu merupakan bentuk penghormatan negara atas pengabdian, perjuangan, dan karya besar Frans Seda bagi bangsa dan negara.

”Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat yang telah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada putra terbaik NTT, almarhum Frans Seda,” kata Melki, sapaan akrab Melkiades.

Menurut Melki, Frans Seda merupakan tokoh bangsa dengan rekam jejak pengabdian yang panjang. Ia berkarya dan mengambil peran penting dalam perjalanan Indonesia sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto, serta tetap memberikan kontribusi dan pemikiran bagi bangsa pada masa pemerintahan berikutnya.

Melki mengatakan, penganugerahan itu juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTT karena menambah daftar putra-putri terbaik daerah yang diakui negara atas jasa dan pengabdiannya. Sebelumnya, NTT telah memiliki sejumlah tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yakni IH Doko, WZ Johannes, dan Herman Johannes.

Ia berharap penghargaan negara tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga mendorong masyarakat NTT untuk terus melahirkan generasi yang memiliki semangat pengabdian, integritas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Serial Artikel

Frans Seda, Pengabdian dan Hati Nurani

Pameran 100 tahun Frans Seda bertajuk ”Untuk Tuhan dan Tanah Air” menampilkan jejak pengabdiannya melalui arsip Kompas dan tenun Flores.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puisi dan Lukisan Merawat Harapan
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Kronologi Kebakaran di Stasiun Gambir, Berasal dari Ruang Panel Listrik sampai Damkar Kerahkan 60 Petugas
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Sejumlah Penerbangan di Eropa Berulang Kali Mendapat Ancaman Bom, Sekitar 25 Pesawat Penumpang Terdampak
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga di Kabupaten Agam
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Muncul Usulan Komisioner Dipilih Presiden Lewat Pansel di HUT ke-73 KPU
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.