HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemain PSM Makassar, Stefan Jevtoski, akhirnya angkat bicara setelah diganjar kartu merah dalam pertandingan melawan Borneo FC pada pekan kesembilan Super League 2026/2027, Sabtu (7/11/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Stefan mengungkapkan alasan di balik reaksinya yang berujung pengusiran dari lapangan.
Dia mengaku tindakannya merupakan bentuk pembelaan diri karena merasa terancam oleh gerakan lutut pemain Borneo FC, Loga Mendonca, yang menurutnya mengarah ke kepala.
Stefan bahkan menyebut dirinya bisa kembali mengalami cedera serius apabila lutut tersebut mengenai kepalanya.
Ia mengingat pengalaman pahit harus menepi selama dua tahun akibat cedera yang pernah dialaminya.
“Reaksi saya mungkin bukan reaksi yang benar, tetapi apa yang akan terjadi jika pemain nomor 35 itu (Loga Mendonca, red) menghantam kepala saya dengan lututnya?” tulis Stefan dalam unggahannya.
Ia menegaskan, rekaman video pertandingan memperlihatkan tindakan yang menurut penilaiannya berpotensi mencederainya.
Stefan merasa gerakan yang dilakukan pemain Borneo FC tersebut bukan sekadar insiden biasa di lapangan.
“Seperti yang bisa Anda lihat dengan jelas di video, satu-satunya niat dia adalah untuk menyakiti saya. Saya tahu persis bagaimana rasanya menghabiskan waktu dua tahun di luar sepak bola karena cedera, dan reaksi saya murni merupakan tindakan bela diri terhadap apa yang bisa saja terjadi,” lanjutnya.
Pemain asal Makedonia Utara itu juga mengungkapkan kekhawatirannya apabila insiden tersebut berakhir dengan cedera pada bagian kepala.
Menurut Stefan, jika lutut lawannya benar-benar mengenai kepalanya, bukan tidak mungkin dirinya harus kembali absen panjang dari dunia sepak bola.
“Jika lutut itu mengenai kepala saya, saya bisa saja absen dari sepak bola selama satu tahun lagi. Dan saya bisa menjamin bahwa tidak akan ada orang yang membicarakannya atau bertanggung jawab atas konsekuensinya,” tulisnya.
Stefan juga mempertanyakan tindakan pemain Borneo FC yang menurutnya berpotensi membahayakan keselamatan lawan, tetapi tidak mendapatkan hukuman maupun peringatan dari wasit.
Ia menilai situasi tersebut tidak adil karena dirinya justru harus meninggalkan lapangan setelah bereaksi terhadap insiden yang dianggapnya sebagai ancaman.
“Satu-satunya niat dari pemain Borneo tersebut adalah untuk menyebabkan cedera, sembari memastikan dia melenggang pergi tanpa menerima hukuman atau bahkan peringatan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Stefan menegaskan tidak ingin pengorbanan dan kerja kerasnya selama berkarier sebagai pesepak bola hancur akibat tindakan pemain lain.
“Saya telah bekerja terlalu keras dan berkorban terlalu banyak untuk membiarkan seseorang mempertaruhkan karier saya seperti itu,” tutupnya.
Sebelumnya, PSM Makassar harus puas bermain imbang 1-1 melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026).
Pertandingan tersebut juga diwarnai dua kartu merah untuk pemain PSM Makassar, yakni Mufli Hidayat dan Stefan Jevtoski. PSM bahkan harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.
Hasil imbang tersebut membuat duel kedua tim berlangsung panas hingga peluit panjang dibunyikan.





