JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan pentingnya menjadikan teknologi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan manusia, bukan sesuatu yang justru mengendalikan kehidupan penggunanya.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri acara puncak dan penganugerahan pemenang kompetisi kreasi digital ImajiNation 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kecerdasan manusia. Menurutnya, penguasaan teknologi tidak boleh membuat peserta didik kehilangan kemampuan untuk berpikir dan menghasilkan gagasan secara mandiri.
“Teknologi harus tetap menjadi alat. Kalian harus tetap menjadi bos dari teknologi itu, jangan sampai kalian menjadi budak teknologi. Otak kalian, kecerdasan kalian, harus terus kalian asahi dengan teknologi sebagai alat bantunya,” pesan Abdul Mu’ti kepada para peserta ImajiNation 2026.
Ia juga mengajak para murid untuk terus mengembangkan imajinasi, rasa ingin tahu, serta keberanian dalam mencoba berbagai hal baru. Sebab, kreativitas bukan hanya tentang kecakapan mengoperasikan perangkat digital, melainkan juga kemampuan mengolah ide dan menerapkannya melalui pemikiran logis.
Abdul Mu’ti turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil meraih penghargaan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi dan menghasilkan karya merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
“Yang menang dan yang tidak menang, semua tetap tersenyum. Kalian semua adalah para juara,” ujarnya.
ImajiNation 2026 merupakan kompetisi kreasi digital yang diinisiasi Assemblr EDU bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan dukungan Samsung for Education. Program ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan berpikir logis peserta didik melalui pembelajaran Koding Visual.
16,9 Juta Pengguna belajar.id Memiliki Akses ke Assemblr EduSekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada Assemblr Edu, Samsung, dan seluruh mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan ImajiNation 2026.
Menurutnya, kerja sama lintas pihak tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi guru dan murid untuk memanfaatkan teknologi dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan bermakna.
Suharti menilai perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, kemampuan menggunakan perangkat digital perlu disertai pemahaman mengenai cara memanfaatkan dan mengembangkan teknologi secara tepat.
“Perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, guru dan murid tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara tepat,” tutur Suharti.
Ia menjelaskan, kolaborasi Kemendikdasmen dan Assemblr Edu yang didukung Samsung turut membuka akses berbagai fitur Assemblr Edu melalui akun belajar.id.
Platform tersebut menyediakan pemanfaatan teknologi tiga dimensi (3D), augmented reality (AR), dan virtual reality (VR) untuk mendukung proses pembelajaran. Melalui teknologi tersebut, guru dan murid dapat mengembangkan media pembelajaran sekaligus menghasilkan proyek digital.
Dalam laporannya, Suharti mengungkapkan bahwa sebanyak 16,9 juta pengguna belajar.id telah memperoleh akses ke Assemblr Edu. Dari jumlah tersebut, sekitar 244 ribu pengguna telah memanfaatkannya untuk membuat media pembelajaran digital.
- 1
- 2
- 3
- »





