Auto2000 membagikan 12 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa secara berkala. Komponen tersebut mencakup sistem mesin, kaki-kaki, kelistrikan, hingga perangkat penggerak hybrid. Berikut 12 komponen mobil hybrid yang perlu mendapatkan perhatian dalam perawatan berkala. 1. Oli dan Cairan Mesin Mobil hybrid tetap menggunakan mesin bensin yang membutuhkan pelumasan untuk mengurangi gesekan antarkomponen. Penggantian oli mesin harus mengikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan.
Selain itu, periksa engine coolant untuk menjaga temperatur mesin dan brake fluid yang mendukung kinerja sistem pengereman. 2. Filter Mesin Bensin Filter udara, filter oli, dan filter bahan bakar berfungsi menjaga kebersihan sistem pembakaran serta pelumasan mesin. Filter udara menyaring debu sebelum masuk ke ruang pembakaran, filter oli menyaring kontaminan dalam pelumas, sedangkan filter bahan bakar menjaga kebersihan bensin sebelum dialirkan ke mesin.
Baca Juga :
Pilihan Mobil Hybrid Irit Bahan Bakar untuk Operasional HarianPemeriksaan dan penggantian filter perlu mengikuti jadwal servis, terutama jika kendaraan sering digunakan di lingkungan berdebu. 3. Area Kaki-Kaki Mobil Komponen kaki-kaki seperti sistem kemudi, suspensi, dan rem tetap membutuhkan pemeriksaan rutin. Kondisinya berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Perhatikan gejala seperti bunyi tidak normal, getaran berlebih, atau perubahan respons kemudi dan pengereman. Jika ditemukan, segera lakukan pemeriksaan di bengkel. 4. Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi Gunakan bahan bakar dengan spesifikasi dan angka oktan sesuai rekomendasi pabrikan untuk masing-masing model. Pemilihan bensin yang tepat membantu menjaga proses pembakaran, performa, dan efisiensi mesin. 5. Ban Mobil Tekanan angin ban harus sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan yang terlalu rendah dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
Periksa pula ketebalan telapak dan kondisi dinding ban. Segera ganti apabila ditemukan keausan berlebih, benjolan, atau retakan.
Baca Juga :
Kemenperin Bantah Presiden KSPI: Tidak Ada Relokasi Pabrik Komponen OtomotifKondisi busi yang menurun dapat menyebabkan mesin kurang responsif, putaran mesin tidak stabil, hingga efisiensi bahan bakar berkurang. Pemeriksaan dan penggantiannya perlu mengikuti jadwal perawatan berkala. 7. Aki Kecil atau Baterai Tegangan Rendah Selain baterai tegangan tinggi, Mobil hybrid menggunakan aki kecil untuk mendukung sistem kelistrikan kendaraan.
Aki yang melemah dapat menyebabkan kendaraan tidak bisa diaktifkan secara normal. Kondisinya perlu diperiksa secara berkala, terutama jika mobil jarang digunakan. 8. Kisi-Kisi Ventilasi Pendingin Baterai Sistem pendingin baterai berfungsi membantu menjaga temperatur baterai hybrid. Pada sejumlah model Toyota Hybrid, sistem ini memanfaatkan udara dari dalam kabin yang dialirkan melalui saluran ventilasi khusus.
Debu dan kotoran yang menumpuk dapat menghambat aliran udara. Pemilik kendaraan perlu memastikan ventilasi tidak tertutup barang bawaan.
Pemeriksaan dan pembersihan filter udara pendingin baterai sebaiknya diserahkan kepada teknisi bengkel sesuai prosedur. 9. Kabel Oranye Tegangan Tinggi Kabel berwarna oranye merupakan bagian dari sistem kelistrikan tegangan tinggi yang menghubungkan komponen elektrifikasi kendaraan.
Baca Juga :
Kenapa Orang Beli Mobil Hybrid? Ini Alasan dari MGPemilik mobil dilarang menyentuh, membongkar, memotong, menyambung, atau memodifikasi kabel tersebut karena berisiko menimbulkan sengatan listrik dan kerusakan sistem.
Jika ditemukan indikasi kerusakan, pemeriksaan harus dilakukan teknisi yang memiliki kompetensi menangani sistem tegangan tinggi. 10. Indikator Sistem Hybrid Panel instrumen mobil hybrid dilengkapi indikator untuk memberikan informasi mengenai kondisi kendaraan, termasuk sistem hybrid.
Jika lampu peringatan sistem hybrid menyala, jangan mengabaikannya meskipun kendaraan masih terasa normal saat digunakan. Segera lakukan pemeriksaan di bengkel Auto2000 menggunakan peralatan diagnosis sesuai standar. 11. Baterai Tegangan Tinggi Baterai tegangan tinggi berfungsi menyimpan energi listrik untuk mendukung kerja motor listrik. Kondisinya perlu dijaga agar pengelolaan energi sistem hybrid berjalan sesuai kebutuhan.
Penurunan performa baterai dapat memengaruhi pengelolaan energi kendaraan. Dalam kondisi tertentu, mesin bensin bisa bekerja lebih sering untuk memenuhi kebutuhan tenaga sekaligus menjaga tingkat pengisian baterai. Hal ini berpotensi memengaruhi efisiensi bahan bakar.
Pemeriksaan baterai harus dilakukan secara berkala oleh teknisi yang memiliki kompetensi khusus. 12. Komponen Elektrifikasi Lainnya Selain baterai tegangan tinggi, sistem hybrid Toyota memiliki komponen lain seperti motor listrik, inverter, Power Control Unit (PCU), dan Power Split Device (PSD).
Motor listrik membantu menggerakkan kendaraan, inverter mengelola konversi energi listrik, sedangkan PCU dan PSD berperan mengatur aliran energi serta kerja sistem penggerak hybrid.
Seluruh komponen tersebut saling terintegrasi sehingga pemeriksaan dan perbaikannya membutuhkan teknisi dengan kompetensi serta peralatan yang sesuai.
“Perawatan Mobil hybrid pada dasarnya tetap memiliki banyak kesamaan dengan mobil bermesin bensin. Namun, ada tambahan komponen elektrifikasi yang membutuhkan prosedur pemeriksaan khusus, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan tegangan tinggi. Kami mengimbau AutoFamily untuk melakukan servis berkala sesuai rekomendasi Toyota dan tidak mencoba menangani sendiri komponen bertegangan tinggi,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin 12 Komponen Mobil hybrid yang Wajib Dirawat, Jangan Diabaikan! Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/mobil/nbw5xQBK-12-komponen-mobil-hybrid-yang-wajib-dirawat-jangan-diabaikan
(UDA)





