Istanbul, VIVA - Serangan teror menggunakan pesawat nirawak (drone) menyasar sebuah pangkalan militer di Santa Rosa, wilayah selatan Bolivar. Akibatnya, tiga prajurit Angkatan Darat Kolombia meninggal dunia dan delapan lainnya menderita luka parah.
Serangan drone dimodifikasi untuk membawa alat peledak. Divisi Pertama Angkatan Darat Kolombia mengonfirmasi langsung mengaktifkan protokol keamanan darurat dan mengerahkan pasukan untuk memeriksa kerusakan infrastruktur serta memastikan jumlah total korban.
Sejumlah prajurit lainnya juga dilaporkan turut terdampak serangan tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat.
Pihak militer mengutuk keras aksi penyerangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta hak asasi manusia.
Masyarakat sesegera mungkin diminta melapor jika mereka memiliki informasi yang relevan guna mengantisipasi dan mencegah potensi aksi serupa yang mengancam keselamatan warga sipil maupun aparat keamanan.





