Ribuan Massa Islam Kirim Peringatan Keras, Tegakkan Pasal 33 dan Hukum Tanpa Pandang Bulu

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jakarta.jpnn.com - Ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar Aksi Rakyat Bela Indonesia (ARBI) di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026). 

Aksi tersebut menjadi momentum konsolidasi elemen umat Islam untuk menyuarakan kegelisahan terhadap kondisi bangsa sekaligus mendesak penegakan hukum secara konsisten.

BACA JUGA: Dasco Serahkan Penanganan Kasus Penyadapan Presiden Prabowo ke Kepolisian

Sejumlah ormas Islam yang terlibat antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI), PP Muhammadiyah, PP Persatuan Islam (Persis), PERTI, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Wahdah Islamiyah, dan PP Al Irsyad.

Aksi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan tokoh Islam, di antaranya KH Bachtiar Nasir, Jimly Asshiddiqie, Said Didu, Tamsil Linrung, Munarman, Ustaz Fadlan Papua, Ustaz Zaitun Rasmin, serta Presiden Syarikat Islam Ferry Juliantono.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Mendadak Panggil Menteri dan Pejabat ke Istana

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan lima tuntutan utama yang disebut sebagai Lima Tuntutan Rakyat. Pertama, rakyat bersatu bela Indonesia. 

Kedua, rakyat bersatu melawan pengkhianat bangsa. Ketiga, rakyat bersatu melawan oligarki dan penguasaan asing atas aset negara. 

BACA JUGA: Presiden Prabowo Mencurigai Perusahaan Asing Penyebab Karhutla

Keempat, rakyat bersatu menegakkan Pasal 33 UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kelima, rakyat bersatu menegakkan hukum secara konsisten.

Panitia pelaksana menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi oleh terusiknya akal sehat masyarakat serta kondisi bangsa yang dinilai makin mengkhawatirkan. 

Pemilihan Masjid Agung Al Azhar sebagai lokasi aksi juga memiliki makna simbolis, mengingat tempat tersebut dipandang sebagai salah satu pusat perjuangan dan dakwah umat Islam.

Menurut panitia, umat Islam memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk meluruskan berbagai persoalan yang dinilai menyimpang dari cita-cita bernegara. Konsolidasi ini juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap arah perjalanan bangsa agar tetap berpijak pada konstitusi, keadilan, dan kepentingan rakyat.

Panitia turut menyinggung dugaan penyadapan massal oleh oknum Polri terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, serta tokoh-tokoh lainnya. 

Isu tersebut disebut menjadi salah satu persoalan yang menambah kegelisahan dan mendorong perlunya penegakan hukum serta pengawasan yang serius.

ARBI disebut bukan merupakan aksi yang berdiri sendiri. Panitia menyatakan kegiatan di Al Azhar merupakan konsolidasi awal untuk mempersiapkan gerakan yang lebih besar dengan melibatkan elemen umat Islam dan masyarakat luas.

“Ini baru konsolidasi awal menuju Aksi Sejuta Umat Bela Indonesia di Monas pekan depan dalam rencana,” kata panitia pelaksana dalam pernyataannya. (Jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Italia Puji Habis-habisan Jay Idzes meski Sassuolo Kalah dari Roma, Bek Timnas Indonesia Dapat Rating Segini
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Alasan Buruh Tak Ikut Ikrar Jaga Gibran, Said Iqbal: Masa Kita Bela yang Tak Diserang?
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Antisipasi Demonstrasi Baru, Prancis Siagakan 70.000 Personel Keamanan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Naik 2 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Insentif Transportasi Nataru Rp883 Miliar
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Panduan Memilih Pekerjaan Rumah Sesuai Usia Anak agar Si Kecil Lebih Mandiri
• 20 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.