Jakarta: Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk Dato' Dr. Low Tuck Kwong menegaskan penjualan saham 30,25 persen atau 10,084 miliar saham Bayan kepada PT Jhonlin Baratama murni bisnis. Proses penjualan dipastikan berlangsung transparan.
“Low Tuck Kwong membenarkan Bayan secara nyata menjual saham murni bisnis dan dilakukan transparan serta tidak ada tekanan apa pun,”kata Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin mewakili Low Tuck Kwong di sela-sela acara BayRun for Charity di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu, 8 November 2026.
Dia menegaskan kedua pihak ingin bersama-bersama-sama memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia.
“Harapan kedua belah pihak baik Dato dan Pak Haji bersama-sama terus membawa hal yang positif untuk Indonesia,” ujar Merlin.
Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk Dato' Dr. Low Tuck Kwong (tengah). Dok. Istimewa
Jhonlin Baratama membeli 10 miliar lembar saham Bayan Resources. Hal itu disampaikan perusahaan dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 17 September 2026.
Manajemen Bayan mengumumkan PT Jhonlin Baratama memborong 10 miliar saham dengan kode emiten BYAN. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, manajemen Bayan menjelaskan aksi korporasi pengalihan saham pengendali itu dilakukan dengan menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) pada Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga :
Intip Rekomendasi Saham saat IHSG Cenderung Sideways
Penandatangan itu dilakukan pendiri perusahaan Low Tuck Kwong bersama anaknya, Elaine Low, yang meliputi rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa Bayan.
"Berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang kami terima, Bapak Low Tuck Kwong (Dato' Dr. Low Tuck Kwong) dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama (Pembeli) terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa Perseroan dan penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan," tulis manajemen Bayan dalam keterbukaan informasi BEI.




