Saham sejumlah perusahaan tercatat masuk ke deretan top losers sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan pada 2-6 November 2026. Saham 6 emiten bahkan kompak terkoreksi hampir 30%.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (8/11/2026), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) memimpin daftar top losers sepekan dengan pelemahan 29,91% dari Rp2.190 per lembar saham menjadi Rp1.535. Disusul PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang turun 29,76% dari Rp2.520 per lembar daham ke Rp1.770.
Di peringkat tiga duduk PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang menciut 29,74% dari Rp2.270 per lembar saham menuju Rp1.595. Diikuti PT Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) yang terkoreksi 29,49% dari Rp234 per lembar saham ke level Rp165.
Selanjutnya, PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) melemah 29,36% dari Rp436 per lembar saham ke Rp308. Lalu, PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) yang keok 29,02% dari Rp448 per lembar saham ke Rp318.
PT Sat Nusapersana Tbk (PTSN) melemah 28,96% dari Rp366 per lembar saham jadi Rp260, Disusul PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 28,03% dari Rp478 per lembar saham ke Rp344.
Dua emiten lain menyusul, yakni PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) yang terkoreksi 27,78% dari Rp360 per lembar saham ke Rp260, serta PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang terperosok 27,04% dari Rp795 per lembar saham ke Rp580.
Adapun IHSG terkena koreksi 0,13% dalam sepekan perdagangan saham pada 2-6 November 2026, dan ditutup di level 5.050,429.
Baca Juga: RANS Bantah Putus Kontrak D'Masiv, Saham Emiten Raffi Ahmad Malah Ambles 60%
Baca Juga: Kabar Duka! Ibunda Tomy Winata Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun
Kapitalisasi pasar juga merosot 1,34% dari Rp8.862 triliun menjadi Rp8.744 triliun. Rata-rata volume transaksi harian pun anjlok 3,50% menjadi 31,29 miliar lembar saham dari sebelumnya 32,43 miliar lembar saham.
Rata-rata nilai transaksi harian juga merosot 23% dari Rp14,34 triliun menjadi Rp11,04 triliun. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian turun 16,44% dari 1,54 juta kali transaksi menjadi 1,29 juta kali transaksi.
Pada Jumat (6/11/2026), investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp328,20 miliar. Di sisi lain, investor asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp98,08 triliun.





