Pemerintah meluncurkan program paket stimulus Libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027). Dalam program itu, terdapat diskon transportasi mulai dari kereta sampai pesawat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menyatakan stimulus diberikan untuk menjaga daya beli serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Nataru menjadi momentum yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi kita,” kata Drajad dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11).
Pelaksanaan program diskon transportasi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri/Kepala Badan yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala BP BUMN yang terbit pada 5 Juni 2026.
Berikut rincian diskonnya:
Kereta api: diskon 30 persen dari harga tiket kelas ekonomi komersial. Berlaku untuk perjalanan 22 Desember 2026-4 Januari 2027 (14 hari) dengan target 1.043.896 penumpang. Tiket dapat dibeli di seluruh kanal resmi KAI.
Angkutan laut (PT Pelni): diskon 30 persen dari tarif dasar, setara 27 persen dari total harga tiket kelas ekonomi. Berlaku untuk perjalanan 17 Desember 2026-10 Januari 2027 (25 hari) dengan target 414.630 penumpang. Tiket dijual di seluruh kanal resmi Pelni.
Penyeberangan (PT ASDP Indonesia Ferry): diskon 100 persen untuk jasa kepelabuhanan, setara 21 persen dari tarif terpadu. Berlaku di 8 lintasan pada 14 pelabuhan periode 22 Desember 2026-10 Januari 2027 dengan target 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan golongan II dan IVA, atau sekitar 1,4 juta jiwa. Tiket dibeli lewat aplikasi Ferizy.
Pesawat: diskon tiket 11-12 persen untuk maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air yang merupakan akumulasi dari diskon 100% PPN DTP, serta diskon 50% PJP2U dan PJP4U. Berlaku untuk perjalanan 22 Desember 2026-10 Januari 2027 dengan target 3.751.958 penumpang.
"Saya menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka menjaga daya beli, serta menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya bagi seluruh rakyat banyak,” pungkas Wamenko Dradjad.





