Prabowo Takut pada Politik Jokowi, Awal Mula Penunjukkan Cawapres Gibran Kini Diperdebatkan di Tengah Isu Pemakzulan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kisah di balik majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada 2024 kembali diperdebatkan. Dua versi cerita yang bertolak belakang muncul dalam diskusi di kanal YouTube Sinkos Indonesia, 7 November 2026. 

Ade Armando, yang menyebut dirinya pendukung Presiden ke-7 Joko Widodo, mengatakan Gibran semula tidak berniat menjadi cawapres. Gibran disebut menolak dan memilih menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo.

“Karena kita ingat dari awal sebetulnya Gibran itu dulu pun tidak berniat untuk menjadi wakil presiden. Semula dia tidak dimajukan sebagai wakil presiden,” kata Ade.

Ade menyebut ada spekulasi bahwa Gibran lebih tertarik menjadi Gubernur Jawa Tengah lebih dulu, sebagai tahapan berjenjang. 

“Kubunya Pak Prabowo minta ke Pak Jokowi agar, ‘Bisa enggak Gibran jadi wakil presiden saya?’ kata dia. Empat kali diminta, empat kalinya Gibran bilang, ‘Saya mendingan selesaikan dulu jadi Walikota Solo,’” tuturnya.

Namun hasil survei berulang kali menunjukkan Gibran sebagai figur yang paling tinggi untuk disandingkan dengan Prabowo. Menurut Ade, hal itu kemungkinan besar karena ia putra Jokowi.

Pada permintaan kelima, Gibran disebut menyatakan bersedia, yang menurut Ade cukup mengejutkan Jokowi. Ade mengaku cerita itu bersumber dari Dasco, dan juga terdengar dari kalangan internal Jokowi.

“Poin saya dari cerita panjang ini, sebetulnya dia memang bukan orang yang bercita-cita menjadi (wapres),” kata Ade.

Sementara itu, wartawan senior Edy Mulyadi menyampaikan cerita yang berbeda. 

“Selasa tanggal berapa saya lupa, kami kumpul di rumah Said Didu pagi, sebut 50 oranglah. Lalu Jumat malam Said Didu bersama empat lainnya dipanggil Prabowo untuk bicara. Dan Sabtu pagi Said Didu kasih ‘oleh-oleh’ ke kita semua di sebuah acara deklarasi Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat,” tuturnya.

Baca Juga: Janggal Penangkapan Listyo Sigit dkk Terlalu Cepat, Perlindungan Prabowo Dinilai Terlalu Lemah

Isi “oleh-oleh” itu adalah penuturan Prabowo. “Jadi Prabowo berkata begini, dia punya empat calon cawapres dan duanya dikriminalisasi. Dua lagi kalau diajukan pasti akan disikat juga. Seperti diulang oleh Prabowo, ‘Saya bertanding melawan Jokowi sekian kali dan selalu kalah. Karena itu saya ubah strategi saya, merangkul dia,’” kata Edy.

Edy menyebut tekanan itu datang dari lingkaran Jokowi yang saat itu masih memiliki Listyo Sigit Prabowo dan kawan-kawan. 

“Cerita bahwa dia datang meminta Gibran, yes, betul. Tapi itu pertimbangan-pertimbangan karena para cawapresnya selalu dikriminalisasi,” tambah Edy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sederet mitos legendaris yang terdapat di Gunung Semeru
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Mukhtarudin Sambut UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pemagangan Luar Negeri Kini Diatur KP2MI
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Helikopter Super Puma H-225 Jatuh di Sungai Barito, Satu Awak Masih Hilang
• 17 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Anak Muda RI Ramai-Ramai Serbu Pasar Tanah Abang, Bangun Bisnis Ini
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mengenal Naturalisasi, Proses Pemain Asing Menjadi WNI-World In Minute
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.