Mentan Amran: 2 Tahun RI Tanpa Impor Beras

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia memasuki tahun kedua kokoh tanpa impor beras meski dunia menghadapi krisis pangan dan energi global serta tekanan geopolitik.

"Alhamdulillah di saat pangan dunia tidak menggembirakan, tidak baik-baik saja, Indonesia masuk tahun kedua tidak impor beras," kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (8/11/2/26).

Baca Juga :
Mentan Amran: 13 Orang Jadi Tersangka Mafia Beras dari 8 Kasus dan 15 Merek
Beruntung Indonesia Sudah Swasmbada, Dunia kini Terancam Krisis Beras Akibat El Nino

Dia menegaskan pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui koordinasi lintas sektor meski aktivitas berlangsung pada hari libur, karena menjaga kecukupan pangan bagi 286 juta penduduk menjadi prioritas utama.

"Hari Minggu kita rapat, subuh pula. Jadi tidak ada tanggal merah bagi Kementerian Pertanian menjaga pangan kita," ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Photo :
  • Dok. Kementan

Amran mengatakan dirinya baru kembali dari Beijing setelah bertemu Menteri Pertanian China untuk membahas peluang kerja sama memperkuat sektor pangan menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.

"Kami baru pulang dari Beijing, ketemu Menteri Pertanian, diskusi panjang lebar. Kita akan kerja sama ke depan memperkuat pangan, karena dunia lagi krisis pangan, krisis energi," tuturnya.

Menurut dia, kondisi pangan dunia masih menghadapi tekanan akibat krisis pangan, energi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengganggu distribusi logistik dan perdagangan komoditas berbagai negara.

Ia mengungkapkan China saat ini masih mengimpor sekitar 6 juta ton pangan, sementara puluhan negara memilih menahan stok domestik sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian pasokan global.

Amran menambahkan sedikitnya 33 negara menerapkan kebijakan pengamanan stok pangan nasional sehingga distribusi internasional semakin ketat dan membutuhkan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus mengonsolidasikan berbagai langkah penguatan produksi, pengelolaan cadangan, serta pengamanan distribusi agar pasokan pangan nasional tetap tersedia secara berkelanjutan bagi masyarakat.

"Beberapa negara sesuai berita yang Anda tulis, itu 33 negara yang menahan pangannya mempersiapkan stok dengan kondisi geopolitik yang memanas sehingga distribusi sulit, kemudian angkutan, dan seterusnya. Nah ini kita jaga, kita konsolidasi, kita jaga," tegasnya.

Amran menegaskan Indonesia berhasil memasuki tahun kedua tanpa impor beras pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara stok beras nasional tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :
Bayar Janji ke Peternak, Mentan Amran Perkuat Integrasi Petani Jagung hingga Koperasi: Solusi Permanen!
25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Setop Sementara Izin PSAT
Bukan Cuma Beras dan Cabai, Ini Daftar Barang yang Bikin Pengeluaran Makin Mahal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kebakaran di Stasiun Gambir, Berasal dari Ruang Panel Listrik sampai Damkar Kerahkan 60 Petugas
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Seni Pertunjukan dan Edukasi Keluarga Jadi Magnet Pameran di Bekasi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Jekate Run 2026 Digelar 13 Desember, Pramono Anung Ajak Warga Lawan Mager
• 29 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp3.000, BGN Pastikan Gaji Pengawas Tetap Aman
• 49 menit laludisway.id
thumb
Bantai Valencia 3-0, Mbappe Cetak Gol Lagi! Real Madrid Perpanjang Catatan 8 Kemenangan Beruntun
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.