Jakarta, VIVA - Polemik demonstrasi yang menyasar Ruben Onsu pada 5 November 2026 ikut menyeret nama Sarwendah dan tim kuasa hukumnya. Tuduhan bahwa pihak Sarwendah berada di balik aksi tersebut kini mendapat bantahan keras dari dua pengacaranya, Abraham Simon dan Chris Sam Siwu.
Keduanya menegaskan tidak memiliki hubungan dengan demonstrasi yang berlangsung di salah satu kantor stasiun televisi swasta tersebut. Bahkan, Chris Sam Siwu mengaku memiliki bukti rekaman CCTV untuk membantah tudingan bahwa dirinya berada di lokasi aksi.
Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan pihaknya sejak awal telah menanggapi tuduhan tersebut secara serius. Ia mewakili kantor hukum Simon Sam & Rekan dengan tegas membantah adanya keterlibatan mereka maupun kliennya.
"Kami menanggapi hal ini dengan sangat serius pada saat itu. Dengan sangat tegas kami menyatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara klien kami maupun kami dari kantor hukum Simon Sam & Rekan, terkait dengan kegiatan demo pada tanggal 5 November lalu," ujar Abraham kepada awak media di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Abraham juga meminta agar pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut tidak lagi menghubungkan aksi demonstrasi dengan Sarwendah maupun tim kuasa hukumnya.
"Jadi jangan lagi mengkait-kaitkan kegiatan demo tersebut dengan klien kami ataupun dengan kami," tegasnya.
Sementara itu, Chris Sam Siwu mengaku awalnya tidak terlalu mempersoalkan tuduhan yang menyebut dirinya berada di tengah massa demonstrasi. Ia mengira isu tersebut hanya sebatas penggiringan opini oleh sejumlah pihak.
"Saya pikir oh itu hanya penggiringan segelintir orang saja, ya," ujarnya.
Namun, Chris mulai merasa perlu memberikan klarifikasi setelah tudingan tersebut semakin meluas dan menyeret nama Sarwendah. Ia menilai informasi yang beredar sudah berkembang menjadi fitnah terhadap kliennya.
"Tetapi satu hari kemudian ya, hari ini ya, kalau nggak salah hari Jumat, saya lihat semakin banyak nih penggiringan dan fitnah-fitnah yang terjadi terhadap Sarwendah," pungkasnya.
"Di sana kan sebenarnya kalau dilihat sudah ada orang-orang yang bertanggung jawab. Fokus saja kepada orang-orang yang bertanggung jawab. Kalau memang cara mereka menyampaikan aspirasi itu salah, ya sudah, laporkan, cari tahu siapa. Jangan sebelum mereka mendapatkan informasi yang pasti, lalu menggiring ini ke klien kami," tegasnya.





