Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Desa Ranu Pani, Kabupaten Lumajang pada Minggu (8/11/2026).
Memasuki hari kedua operasi, sekitar 50 personel dikerahkan untuk menyisir sejumlah jalur pendakian hingga kawasan puncak.
S Jefriyanzah Putra Pratama On Scene Coordinator (OSC) atau Koordinator Tim Pencarian mengatakan, operasi SAR diawali dengan pengarahan pada pukul 06.30 WIB.
Setelah itu, personel dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran.
“Operasi SAR diawali dengan brifing pada pukul 06.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembagian Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian Gunung Semeru,” kata Jefriyanzah dilansir dari Antara.
Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor. SRU I menyisir jalur dari Gerbang Pendakian Gunung Semeru di Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo dengan estimasi waktu tempuh empat jam.
Tim tersebut telah bergerak sejak hari pertama pencarian, Sabtu (7/11/2026).
Sementara itu, SRU II memulai penyisiran dari Ranu Pani melalui jalur Ayak-ayak dengan tujuan Kalimati.
Kedua SRU selanjutnya melakukan penyisiran dari Kalimati menuju kawasan puncak dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam jam.
“Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah,” ujarnya.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.
Di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Kabupaten Lumajang, Pos Pengamatan Gunung Semeru, pemandu pendakian terdaftar, TNI-Polri, potensi SAR, dan masyarakat setempat.
Total personel yang terlibat dalam operasi tersebut sekitar 50 orang. Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, mulai dari kendaraan operasional, drone thermal, peralatan mountaineering, jungle rescue, medis, evakuasi, hingga alat komunikasi.
Kantor SAR Banyuwangi bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Dua pendaki yang dilaporkan hilang masing-masing berinisial BKW (19), warga Kabupaten Sidoarjo, dan MWF (19), warga Kota Surabaya. Keduanya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Semeru pada Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan informasi awal, kedua pendaki tersebut diduga melakukan pendakian tanpa mengikuti prosedur perizinan resmi yang berlaku. (ant/saf/ham)




