Aksi penembakan di alun-alun Krakow, kota terbesar kedua di Polandia menewaskan enam orang. Polandia pun menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari dan keamanan semakin diperketat.
Dilansir Reuters, Minggu (8/11/2026), serangan yang terjadi pada hari Sabtu (7/11) di alun-alun utama kota yang bersejarah itu begitu mengejutkan. Sebab, Polandia selama ini dianggap lebih aman dibandingkan banyak negara tetangganya di Eropa Barat.
Peristiwa ini semakin meningkatkan kekhawatiran publik, menyusul serangkaian insiden penusukan di sekolah pada bulan Oktober lalu yang oleh pihak berwenang dikaitkan dengan konten ekstremis di dunia maya.
Menurut pihak berwenang, tujuh belas orang-termasuk dua petugas kepolisian dan pelaku penembakan-mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Sementara 6 orang dinyatakan tewas.
Polisi dan seorang pejabat setempat mengungkapkan bahwa orang tua serta saudara perempuan dari tersangka yang berusia 24 tahun itu ditemukan tewas di kediaman mereka. Sementara itu, sang tersangka saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Di Krakow, alun-alun pasar utama di kota tua beserta jalan-jalan di sekitarnya ditutup; polisi hanya mengizinkan pekerja sektor esensial untuk melintas. Banyak kafe di sekitar lokasi tutup, dan bendera di balai kota dikibarkan setengah tiang. Warga yang berduka meletakkan lilin di beberapa titik di area tersebut.
(rdp/knv)





