Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat kerugian material akibat insiden kebakaran yang melanda area Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 7 November 2026. Kerugian ditaksir sekitar Rp200 juta dan berdampak pada enam kios di kawasan stasiun.
"Kerugian sekitar Rp200 juta," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 8 November 2026.
Baca Juga :
Kebakaran Stasiun Gambir Dipicu Masalah KelistrikanMarulitua menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar Sabtu, 7 November 2026, pukul 20.32 WIB di ruang panel listrik yang berada di Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 1, Kecamatan Gambir. Berdasarkan pendataan BPBD, dugaan sementara pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik, namun dipastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.
Arsip foto - Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar sebuah restoran cepat saji di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: ANTARA FOTO/Fanny Octavianus.
Dalam upaya penanganan, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran beserta 60 personel. Petugas tiba di lokasi pada pukul 20.32 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman dua menit berselang. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 20.50 WIB sebelum dilanjutkan proses pendinginan, dan seluruh operasi dinyatakan tuntas pada pukul 21.15 WIB.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Gambir tetap berjalan normal. Pihak KAI juga menyebutkan bahwa area yang terdampak langsung oleh insiden tersebut meliputi ruang panel serta satu tenant makanan di area selatan lantai dasar stasiun.




