Gak Kalah Canggih! Muhammadiyah Rilis ChatHPT, Chatbot AI yang Bisa Jawab Pertanyaan Agama Berdasarkan Fatwa Resmi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Muhammadiyah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk memudahkan masyarakat mencari jawaban atas persoalan keagamaan. Organisasi Islam tersebut memperkenalkan ChatHPT, chatbot berbasis AI yang dirancang untuk menjawab pertanyaan seputar Islam dengan merujuk pada dokumen resmi Muhammadiyah.

Berbeda dari chatbot AI pada umumnya, ChatHPT memiliki sumber informasi yang dibatasi. Sistem ini memanfaatkan putusan Tarjih, kumpulan fatwa, serta referensi keagamaan yang telah dihimpun Muhammadiyah. Dengan begitu, pengguna tidak hanya memperoleh jawaban, tetapi juga dapat menelusuri dokumen yang menjadi dasar penjelasannya.

Baca Juga :
Muhammadiyah Kecam Kasus Penyadapan Listyo Sigit Cs terhadap Tokoh Ormas, Minta Diusut Tuntas!
Dukung Polri Berantas Vape Narkoba, Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram

Muhammadiyah menyebut kehadiran ChatHPT berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk mengakses berbagai rujukan keagamaan secara lebih mudah.

"Selama ini, putusan Tarjih, kumpulan fatwa, dan tanya jawab agama telah tersedia dalam berbagai buku maupun dokumen digital. Namun, menemukan pembahasan yang tepat di antara ribuan halaman dokumen tersebut membutuhkan waktu dan pengetahuan tentang letak sumbernya," kata pihak Muhammadiyah dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/11/2026).

Melalui chatbot ini, masyarakat bisa mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem kemudian mencari dokumen yang relevan, merangkum informasi, dan menyertakan rujukan agar pengguna dapat memeriksa sumber aslinya.

"Melalui ChatHPT, masyarakat dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari. Sistem kemudian menelusuri dokumen yang relevan, menyusun jawaban, dan menyertakan rujukan ke naskah aslinya. Pengguna dapat menelusuri sumber yang digunakan untuk memahami dasar jawaban tersebut," tuturnya.

Sudah Terima Ribuan Pertanyaan

ChatHPT memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai mesin tanya jawab keagamaan, perpustakaan digital, dan pendamping belajar. Selain bertanya, pengguna juga bisa menelusuri arsip dokumen Tarjih tanpa harus memasukkan pertanyaan terlebih dahulu.

Pengembangannya melibatkan sejumlah unsur di lingkungan Muhammadiyah. Majelis Tarjih dan Tajdid berperan menjaga otoritas keilmuan serta substansi keagamaan. Sementara itu, Majelis Pustaka dan Informasi mendukung pengelolaan dokumentasi dan kanal digital.

Adapun pengembangan teknologinya dilakukan oleh LabMu, termasuk membangun sistem pencarian dan mengintegrasikan kecerdasan buatan.

Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, ChatHPT telah menjalani uji coba sejak Agustus 2026. Hingga 2 November 2026, chatbot tersebut tercatat menerima 13.840 pertanyaan. Topik salat menjadi pembahasan yang paling banyak ditanyakan, dengan jumlah mencapai 2.671 pertanyaan.

Baca Juga :
Muhammadiyah: Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi Sebagai Bencana Tahunan
PP Muhammadiyah Instruksikan Jajaran Persyarikatan Ikut Dukung Penanganan Karhutla
Muhammadiyah Desak Pencegahan Karhutla Diperketat, Pelaku Pembakaran Lahan Harus Bertanggung Jawab

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB: Kebakaran Hutan dan Kekeringan Masih Terjadi di Sulawesi
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
George Russell Kecewa Instruksi Tim Mercedes Hilangkan Kans Pole di Brasil
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini 8 November 2026, BMKG: Dominasi Berawan, Persiapan Musim Hujan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
CPNS 2026 Dibuka November, Pemerintah Longgarkan Batas Usia
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di 7 Daerah di Riau
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.