Perubahan gaya hidup masyarakat turut memengaruhi perkembangan industri pangan, terutama kebutuhan terhadap makanan yang praktis dan mudah diperoleh.
Kondisi ini mendorong pelaku industri menyesuaikan pola penyediaan dan distribusi bahan pangan mengikuti perubahan permintaan konsumen.
Salah satu sektor yang terdampak adalah industri daging ayam, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan baku industri makanan olahan.
Lukman I. Marpaung dari Ladang Pangan Indonesia mengatakan, harga dan ketersediaan pasokan masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.
“Tidak semua orang itu bisa makan ayam, entah karena harganya mahal atau karena keterbatasan pasokan,” ujar Lukman, Minggu (8/11/2026).
Menurut Lukman, pemanfaatan teknologi digital dan distribusi langsung dari peternak kepada konsumen menjadi salah satu alternatif untuk menyederhanakan rantai pasok pangan.
Selain itu, kebutuhan industri pengolahan turut mendorong diversifikasi pemanfaatan daging ayam, termasuk sebagai bahan baku Mechanically Deboned Meat (MDM) untuk produk seperti pentol.
Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam perkembangan industri pangan ke depan.
Salah satu kebutuhan yang mulai diperhatikan adalah produk siap olah atau ready-to-cook, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kepraktisan dalam menyiapkan makanan. (saf/ham)




