Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sempat menunda pelepasan truk pengangkut genteng dalam acara Peluncuran 2,4 Juta Genteng di Sentra Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Pelepasan truk yang dijadwalkan sekitar pukul 16.00 WIB mundur menjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Penundaan sementara dilakukan karena Ara, demikian ia disapa, mendapat laporan terdapat truk yang pembayaran gentengnya belum tuntas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan dari total 482 truk yang disiapkan untuk mengangkut genteng, sebanyak 136 truk di antaranya masih dalam proses klarifikasi pembayaran.
"Barusan kami check-recheck, jumlah truk itu 482. Dari 482 ada 136 truk KDMP sudah dibayar, clear, ada 206 truk konvensional sudah dibayar, sisanya ada 136," kata Herman dalam acara Peluncuran 2,4 Juta Genteng di Sentra Jatiwangi Kabupaten Majalengka dan KUR Perumahan di Lapangan Pasar Lawas, Kabupaten Majalengka, Minggu (8/11).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi, kendala pembayaran pada 136 truk terjadi karena adanya miskomunikasi antara pihak koperasi dan penyelenggara. Koperasi disebut masih menunggu kejelasan sebelum melakukan pembayaran.
"Yang 136 kami klarifikasi ke koperasi, ini miskomunikasi. Koperasi belum mau membayar karena ingin ada kejelasan. Ini masalah administrasi saja," lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Maruarar meminta agar seluruh proses pembayaran dituntaskan sebelum truk diberangkatkan. Ia mengatakan, supir dan kenek truk yang sudah dibayar bisa masuk ke truk masing-masing dan melanjutkan perjalanan, sementara yang belum selesai harus segera diproses.
"Sekarang yang sudah dibayar masuk ke truk masing-masing, dan yang belum kita masuk ke truk. Sambil jalan nanti kita akan tanya, akan kita bayar langsung. Truknya nggak jalan sampai nanti didatangi masing-masing, oke? Saya tungguin sampai beres!" ujar Maruarar dalam kesempatan yang sama.
Ia juga meminta pejabat daerah melakukan verifikasi langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan yang diterima.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program pengadaan genteng tersebut. Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan menyebut program ini sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali industri genteng di Jatiwangi.
"Hari ini, saya katakan kita masih banyak kekurangan, mohon maaf. Tapi inilah langkah awal untuk membangkitkan industri genteng di Jatiwangi, Majalengka," tuturnya.
Maruarar melanjutkan, pengadaan 2,4 juta keping genteng tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Ia menyebut sebanyak 34 UMKM yang sebelumnya belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) kini telah memiliki sertifikasi tersebut.
"Yang penting, kita bertanggung jawab. Tidak mungkin dalam suatu langkah besar memberikan kepercayaan kepada UMKM yang belum pernah ada sepanjang sejarah genteng Jatiwangi 2,4 juta keping. Proses bagaimana 34 UMKM punya SNI yang tadinya nggak punya, dan order terbesar sepanjang sejarah," kata Maruarar.
Adapun Yusuf, perwakilan sopir truk Sumedang, sempat melaporkan langsung kepada Menteri Ara bahwa dari total 14 truk yang dibawanya, baru 7 truk yang dibayar.
“14 unit termasuk dari kelompok yang sudah dibayar itu baru 7 orang. Dan yang 7 (sisanya) itu belum, Pak,” kata Yusuf kepada Menteri PKP.





