AS Desak China Segera Penuhi Komitmen Kesepakatan Dagang Busan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mendesak pemerintah China untuk segera memenuhi seluruh komitmen yang tertuang dalam Kesepakatan Dagang Busan.

Desakan ini disampaikan Bessent bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Departemen Keuangan AS menegaskan bahwa perkembangan hubungan dagang kedua negara sangat bergantung pada pelaksanaan kesepakatan secara konkret oleh Beijing.

Pemerintah AS juga menyampaikan kekhawatiran atas sejumlah langkah terbaru yang diambil otoritas China.

"Menkeu Bessent menekankan pentingnya China untuk sepenuhnya dan segera melaksanakan komitmen yang telah dibuat di Busan serta menyampaikan kekhawatiran mengenai tindakan China baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa kemajuan lebih lanjut bergantung pada hasil konkret dan AS akan menilai secara saksama pelaksanaan kesepakatan tersebut," tulis Departemen Keuangan AS, Jumat, (6/11).

Dikutip dari Al Jazeera, Kesepakatan Dagang Busan merupakan hasil perundingan langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Kedua pemimpin negara sepakat melonggarkan tarif impor serta mencabut sejumlah pembatasan ekspor teknologi guna meredakan perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Syarat Impor Pertanian

Pada Kamis, (5/11), pemerintah China menyatakan terbuka untuk meningkatkan volume pembelian produk pertanian dari AS. Namun, Beijing menegaskan skema tersebut bergantung pada realisasi pengurangan tarif secara timbal balik dari kedua belah pihak.

"China secara konsisten terbuka untuk memperluas pembelian produk pertanian dari AS, tetapi hanya dengan syarat kedua pihak melaksanakan kesepakatan pengurangan tarif timbal balik '30 miliar untuk 30 miliar' yang telah disepakati," ungkap Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Huang Ling.

Dalam pertemuan Busan tersebut, Gedung Putih mengusulkan pemangkasan tarif senilai USD 60 miliar, yang mencakup penurunan tarif untuk produk pertanian AS senilai USD 17 miliar.

Sebelumnya pada Mei 2026, Gedung Putih mengonfirmasi komitmen Beijing untuk membeli produk pertanian AS senilai USD 17 miliar per tahun mulai 2026, dengan target tahun berjalan disesuaikan secara proporsional.

Pembelian ini memperkuat komitmen impor kedelai AS yang telah disepakati China pada Oktober tahun lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Lapak Madura di Bekasi, Ini Kronologinya
• 23 jam laludisway.id
thumb
Kunjungi Arab Saudi, Menhaj Serap Masukan Jamaah Umrah Asal Indonesia
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Detik-Detik Penembakan di Kota Krakow Polandia: 6 Orang Tewas
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rekomendasi Pengisi Daya iPhone Terbaik Selain Adaptor Resmi Apple
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
DKPP Verifikasi 5 Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Pemilu
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.