Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya.
Chusnunia menilai keberhasilan sektor pariwisata tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga manfaat ekonomi dan sosial yang diterima masyarakat di daerah tujuan wisata.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/11/2026), ia menekankan pentingnya penerapan konsep pariwisata berdampak atau impactful tourism dalam pembangunan sektor tersebut.
Menurut Chusnunia, sektor pariwisata Indonesia selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Kontribusi tersebut mencakup sektor transportasi, akomodasi, kuliner, kerajinan, serta kegiatan seni dan budaya.
Selain menyerap jutaan tenaga kerja secara langsung di berbagai daerah, pariwisata juga berperan dalam mendukung pelestarian tradisi dan memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal.
Investasi Pariwisata Capai Rp73,56 TriliunChusnunia menyoroti pertumbuhan investasi pariwisata Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, realisasi investasi sektor pariwisata mencapai Rp73,56 triliun pada 2025.
Angka tersebut meningkat 56,05 persen dibandingkan realisasi investasi pada 2024 yang tercatat sebesar Rp47,14 triliun.
Chusnunia menilai peningkatan investasi perlu diikuti dengan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar destinasi wisata.
"Dampak investasi sangat bergantung pada seberapa besar aktivitas ekonomi yang terhubung dengan pelaku usaha setempat, penggunaan tenaga kerja lokal, pembelian bahan baku dari daerah hingga belanja wisatawan di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ucap Chusnunia.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri pariwisata agar pertumbuhan investasi turut menggerakkan perekonomian daerah.
DPR Dorong Evaluasi Dampak terhadap UMKMChusnunia mengingatkan bahwa pertumbuhan investasi pariwisata perlu dievaluasi secara berkala untuk mengetahui manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.
Menurut dia, pengukuran dampak ekonomi harus mencakup perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tingkat upah pekerja, serta penciptaan lapangan kerja formal.
Selain itu, evaluasi perlu memperhatikan lama tinggal wisatawan dan besarnya proporsi pengeluaran wisatawan yang berputar di daerah tujuan wisata.
Pengukuran tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan pariwisata tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.
"Pengukuran ini penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan pariwisata benar-benar memperkuat ekonomi masyarakat atau justru menyisakan kebocoran ekonomi akibat ketergantungan pada pemasok dari luar daerah," ujarnya.
Pariwisata Berkelanjutan Harus Beri Manfaat LuasChusnunia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sosial budaya.
Ia mendorong agar investasi yang terus meningkat dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional maupun daerah.
Keterlibatan tenaga kerja lokal, penggunaan bahan baku daerah, dan peningkatan transaksi UMKM menjadi aspek penting untuk memastikan manfaat pariwisata tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha berskala besar.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan memberikan hasil nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya Indonesia.




