857 UMK Binaan Pertamina Naik Kelas Lewat UMK Academy

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan PT Pertamina (Persero) lolos ke tahap nasional Pertamina UMK Academy 2026. Mereka terpilih setelah melewati rangkaian pembinaan regional yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia sejak September 2026.

Kelulusan tersebut menunjukkan perkembangan para pelaku usaha dalam mengikuti berbagai tahapan pembinaan, mulai dari pelatihan, webinar, pendampingan, pameran, hingga coaching. Keaktifan peserta dan perkembangan usaha selama program menjadi bagian dari penilaian untuk melanjutkan ke tahap nasional.

Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto mengatakan, Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi usaha yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMK, baik dari sisi kualitas produk maupun pengelolaan bisnis.

Menurut dia, penguatan manajemen, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan akses pasar menjadi aspek penting agar UMK dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk, tetapi juga untuk manajemen bisnisnya. Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional," ujar Rudi.

Sepanjang pembinaan tahap regional, Pertamina telah menyelenggarakan 43 sesi pelatihan di 10 wilayah. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak 40 sesi atau mencapai 108 persen. Selain itu, terdapat 11 kegiatan pameran dan lebih dari 600 kali pendampingan melalui pertemuan daring maupun kunjungan langsung.

Dari 857 UMK yang lolos ke tahap nasional, Jawa Tengah-DIY menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 135 UMK dari 211 peserta. Berikutnya Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Sementara itu, Bali-Nusa Tenggara mencatatkan tingkat kelulusan sebesar 60,9 persen.

Berdasarkan sektor usaha, kuliner dan makanan-minuman mendominasi peserta yang lolos dengan 483 UMK atau 56,4 persen. Sektor fesyen dan wastra menyusul dengan 169 UMK atau 19,7 persen, sedangkan kerajinan dan perhiasan mencapai 159 UMK atau 18,6 persen.

Peserta lainnya berasal dari sektor agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan, dan perawatan rumah tangga sebanyak 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum sebanyak delapan UMK.

Memasuki tahap nasional yang berlangsung hingga Desember 2026, para peserta akan mendapatkan pembinaan lanjutan berdasarkan enam aspek penilaian. Aspek tersebut meliputi pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.

Berdasarkan hasil penilaian, peserta akan dikelompokkan ke dalam empat kelas pembinaan, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Pengelompokan ini dilakukan agar materi pelatihan dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing usaha.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, penguatan UMK menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya. Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar," ujar Baron.

Melalui program pembinaan tersebut, Pertamina mendorong UMK lokal meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemilik Arisan MeAow di Surabaya Jadi Tersangka, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Byeon Woo-seok Sukses Gelar Fanmeeting di Jakarta
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Mercedes-Benz Tarik 192 Unit S-Class, Gara-gara Cacat Rem
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Dispar Mataram tata pengamen jalanan melalui konsep terstruktur
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Pelajar dan Mahasiswa  Jadi Potensi Talenta Olahraga di Daerah
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.