Jakarta, VIVA - Bigetron by Vitality kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim terkuat di skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang Indonesia. Tim berjuluk Robot Merah itu berhasil menjuarai Mobile Legends Professional League Indonesia Season 18 (MPL ID S18) setelah menumbangkan NAVI dengan skor tipis 4-3 pada partai grand final, Minggu (8/11/2026).
Pertandingan yang berlangsung di Surabaya tersebut menyajikan persaingan ketat selama tujuh gim. Bigetron bahkan sempat berada dalam posisi sulit ketika NAVI unggul 3-2 dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk merebut gelar juara.
Namun, tekanan itu tidak membuat Bigetron menyerah. Dalam pantauan VIVA Senin, (09/11/2026), mereka berhasil memenangi dua gim terakhir, membalikkan keadaan sekaligus mempertahankan gelar juara yang diraih pada musim sebelumnya. Hasil ini menegaskan mentalitas Bigetron dalam menghadapi pertandingan berisiko tinggi.
NAVI Sempat Berada di Ambang Juara
Sejak game pertama, kedua tim berusaha mengendalikan tempo pertandingan melalui perebutan objektif dan pertarungan antarpemain. Bigetron membuka seri dengan kemenangan, tetapi NAVI segera memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan pada gim kedua.
Pertukaran kemenangan terus terjadi sepanjang pertandingan. Bigetron sempat kembali unggul, tetapi NAVI mampu menjaga peluangnya dengan merebut gim-gim berikutnya. Permainan NAVI membuat laga semakin menegangkan hingga mereka berhasil memimpin 3-2.
Keunggulan itu menempatkan NAVI dalam posisi match point. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk mengakhiri pertandingan dan meraih trofi MPL ID S18.
Akan tetapi, Bigetron menunjukkan ketenangan ketika menghadapi situasi tersebut. Tim ini memperbaiki koordinasi dan memanfaatkan kesempatan dalam pertarungan penting untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Bigetron Menentukan Kemenangan di Gim Ketujuh
Game ketujuh menjadi penentu gelar juara MPL ID S18. Kedua tim harus bermain dengan konsentrasi tinggi karena satu kesalahan bisa membuka jalan bagi lawan untuk mengakhiri pertandingan.
Bigetron berhasil mengambil momentum pada game penentuan. Koordinasi antarpemain dan kemampuan memanfaatkan pertarungan tim membantu mereka menekan pertahanan NAVI. Setelah memperoleh keunggulan, Robot Merah terus menjaga tekanan hingga berhasil menghancurkan pertahanan utama lawan.





