Majalengka (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memastikan kualitas material program Presiden Prabowo untuk rakyat harus terjaga.
"Jangan disangka kalau Pak Presiden bicara program untuk rakyat terus kualitasnya boleh rendah. Tidak boleh rendah. Kualitasnya harus terjaga, karena rakyat harus menikmati mutu yang tinggi juga," ujar Sarmuji dalam peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu.
Dia menambahkan bahwa Kementerian Perindustrian akan memastikan setiap program, terutama program gentengisasi adalah genteng yang dipakai adalah genteng yang berstandar dan berkualifikasi tinggi.
"Program gentengisasi ini sungguh luar biasa. Program yang oleh Bapak Presiden diarahkan betul semaksimal mungkin anggaran yang sedemikian besar itu dinikmati oleh rakyat. Dan rakyat itu adalah rakyat kecil, terutama di Jatiwangi, Majalengka ini," katanya.
Baca juga: Menteri PKP: Program gentengisasi bangkitkan UMKM genteng Majalengka
Menurut dia, Kementerian Perindustrian bertugas memastikan agar genteng yang dipakai oleh program perumahan adalah genteng yang berkualitas tinggi, tidak mudah pecah, tidak mudah bocor.
"Tadi saya lihat ada pemusik pakai musik alatnya genteng. Kalau tidak di-SNI (Standar Nasional Indonesia)-kan, mutunya tidak dites oleh Kementerian Perindustrian, dipukul tiga kali sudah hancur genteng tadi itu. Alhamdulillah dipukul berkali-kali, genteng dari Jatiwangi, Majalengka tetap utuh dan insyaAllah tahan dari bocor," katanya.
Sarmuji mengatakan pada awalnya mungkin para industri kecil pergentengan mungkin agak ragu, tapi dengan pendampingan dari Kementerian Perindustrian, dengan usaha-usaha untuk memandu agar bisa menciptakan genteng yang berkualitas berstandar tinggi, ada banyak industri kecil terutama di Jatiwangi ini sudah mendapatkan SNI dari Kementerian Perindustrian.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah meluncurkan program ini dengan sangat luar biasa," katanya.
Sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk pengiriman dengan melibatkan sekitar 450 unit truk pada tahap awal dan total armada yang direncanakan mencapai 600 truk.
Distribusi tersebut akan menjangkau 27 kabupaten/kota, termasuk wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, untuk mendukung berbagai program perumahan, khususnya program bedah rumah yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Selain itu, pengiriman genteng juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Majalengka serta mendukung kolaborasi dengan pengembang dan mitra sektor swasta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh proses distribusi berjalan secara terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Pemprov Jateng: Gentengisasi libatkan 17 IKM lokal
Pengawasan dilakukan terhadap kesesuaian jumlah genteng, pemenuhan standar kualitas, serta ketepatan waktu pengiriman. Pendataan tenaga kerja yang terlibat juga perlu dilakukan agar dampak ekonomi dari program tersebut dapat terukur secara jelas.
Program pengiriman 2,4 juta genteng ini melibatkan 34 unit usaha kecil dan menengah di Kabupaten Majalengka, khususnya Kecamatan Jatiwangi. Seluruh 34 UKM tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM lainnya masih dalam proses sertifikasi.
"Jangan disangka kalau Pak Presiden bicara program untuk rakyat terus kualitasnya boleh rendah. Tidak boleh rendah. Kualitasnya harus terjaga, karena rakyat harus menikmati mutu yang tinggi juga," ujar Sarmuji dalam peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu.
Dia menambahkan bahwa Kementerian Perindustrian akan memastikan setiap program, terutama program gentengisasi adalah genteng yang dipakai adalah genteng yang berstandar dan berkualifikasi tinggi.
"Program gentengisasi ini sungguh luar biasa. Program yang oleh Bapak Presiden diarahkan betul semaksimal mungkin anggaran yang sedemikian besar itu dinikmati oleh rakyat. Dan rakyat itu adalah rakyat kecil, terutama di Jatiwangi, Majalengka ini," katanya.
Baca juga: Menteri PKP: Program gentengisasi bangkitkan UMKM genteng Majalengka
Menurut dia, Kementerian Perindustrian bertugas memastikan agar genteng yang dipakai oleh program perumahan adalah genteng yang berkualitas tinggi, tidak mudah pecah, tidak mudah bocor.
"Tadi saya lihat ada pemusik pakai musik alatnya genteng. Kalau tidak di-SNI (Standar Nasional Indonesia)-kan, mutunya tidak dites oleh Kementerian Perindustrian, dipukul tiga kali sudah hancur genteng tadi itu. Alhamdulillah dipukul berkali-kali, genteng dari Jatiwangi, Majalengka tetap utuh dan insyaAllah tahan dari bocor," katanya.
Sarmuji mengatakan pada awalnya mungkin para industri kecil pergentengan mungkin agak ragu, tapi dengan pendampingan dari Kementerian Perindustrian, dengan usaha-usaha untuk memandu agar bisa menciptakan genteng yang berkualitas berstandar tinggi, ada banyak industri kecil terutama di Jatiwangi ini sudah mendapatkan SNI dari Kementerian Perindustrian.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah meluncurkan program ini dengan sangat luar biasa," katanya.
Sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk pengiriman dengan melibatkan sekitar 450 unit truk pada tahap awal dan total armada yang direncanakan mencapai 600 truk.
Distribusi tersebut akan menjangkau 27 kabupaten/kota, termasuk wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, untuk mendukung berbagai program perumahan, khususnya program bedah rumah yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Selain itu, pengiriman genteng juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Majalengka serta mendukung kolaborasi dengan pengembang dan mitra sektor swasta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh proses distribusi berjalan secara terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Pemprov Jateng: Gentengisasi libatkan 17 IKM lokal
Pengawasan dilakukan terhadap kesesuaian jumlah genteng, pemenuhan standar kualitas, serta ketepatan waktu pengiriman. Pendataan tenaga kerja yang terlibat juga perlu dilakukan agar dampak ekonomi dari program tersebut dapat terukur secara jelas.
Program pengiriman 2,4 juta genteng ini melibatkan 34 unit usaha kecil dan menengah di Kabupaten Majalengka, khususnya Kecamatan Jatiwangi. Seluruh 34 UKM tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM lainnya masih dalam proses sertifikasi.





